cover
Contact Name
Okta Hadi Nurcahyono
Contact Email
okta.hadi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
habitus@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Sosiologi Antropologi Gedung C FKIP UNS. Jl Ir Sutami No.36A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
ISSN : -     EISSN : 25979264     DOI : https://doi.org/10.20961/habitus.v3i2.35716
Core Subject : Education, Social,
Habitus Journal is published by the Sociology-Anthropology Education Study Program, FKIP, Sebelas Maret University (UNS). Published twice a year ie 1st Edition: January-June and 2nd edition: July-December. The Habitus Journal focuses on theoretical studies and analysis of research results in the fields of education, social and culture.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Menyingkap Fenomena Konstruksi Sosial Warung Pangku Di Gresik Setiawan, Eko
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 2 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i2.62218

Abstract

Terjadi interaksi simbolik antara pelayan perempuan dengan pengunjung warung kopi pangku yang sudah menjamur di Gresik. Para pengunjung memaknai warung kopi pangku  sebagai arena sosial. Untuk menarik pelanggan dengan menggunakan atribut baju sexy sehingga menimbulkan pemaknaan dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi dan faktor utama yang mendorong perempuan bekerja sebagai pelayan warung pangku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai karakteristik dari fenomena yang sedang diteliti dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi menggunakan simbol prostitusi terselubung dalam melakukan pelayanan ke pelanggan, seperti memakai pakaian sexy. Mereka bekerja sebagai pelayan warung kopi pangku karena  faktor ekonomi, pendidikan dan keluarga.Abstract. There was a symbolic interaction between female waiters and visitors warung kopi pangku that had mushroomed in Gresik. Visitors interpret warung kopi pangku as a social arena. To attract customers by using sexy clothing attributes so as to cause meaning in social interactions. This study aims to analyze the interactions and main factors that encourage women to work as lap stall waiters. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach that aims to provide a clear picture of the characteristics of the phenomenon being studied using the theory of symbolic interaction. The results showed that interaction patterns used veiled prostitution symbols in performing services to customers, such as wearing sexy clothes. They worked as waiters of warung kopi pangku to economic, educational and family factors.Keywords: Social Construction, Female Servants, Warung Kopi Pangku
Genealogi Masyarakat Madura Dan Jawa: Studi Budaya Pedhalungan Di Kabupaten Jember Prayogi, Bagus
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 6, No 2 (2022): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v6i2.60910

Abstract

Jember dikenal sebagai kota pendalungan, meskipun demikian pendalungan sebagai identitas baru saja digunakan beberapa tahun terakhir. Hal ini pula yang menimbulkan kontestasi antar masyarakat Jember ada yang menerima dan ada yang menolak. keikutsertaan bupati saat itu sebagai kampanye tahunan membuat gaduh dan syarat akan kepentingan pragmatis di dalamya. Masyarakat jember sendiri terdiri atas masyarakat Madura dan Jawa. pendalungan muncul akibat akulturasi antara masyarakat Madura dan Jawa. Sekat-sekat Jawa-Madura masih tampak sangat jelas, dan pendalungan sebgai suatu identitas Jember diidikasikan memiliki kepentingan yang sistematis dari para birokrat. Maka dari itu Fokus dari penelitian pada Genealogi dari masyarakat madura dan jawa terhadap budaya pendhalungan. Maka dari itu ada tiga rumusan masalah dalam penelitian ini pertama, bagaimana adat madura dan Jawa secara komprehensif? Kedua, bagaimana genealogi antara masyarakat Madura dan Jawa yang berada di Jember? Ketiga, Bagaimana pendhalungan tumbuh di sekitaran masyarakat Madura dan Jawa? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapaun teknik pengumpulan data dengan observasi, kuisioner, wawancara, serta dokumentasi, sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan etnografi. Untuk itu tujuan dari paper ini yaitu: pertama, mengetahui budaya Masyarakat Madura dan Jawa yang berada di Jember secara komrehesif. Kedua, mengetahui kontestasi antara Masyarakat Madura dan Jawa. Ketiga, mengetahui budaya pendhalungan terhadap masyarakat Madura dan Jawa Kata Kunci: Genealogi; Madura dan Jawa; Pendhalungan  Abstract Jember is known as the city of pendalungan, although pendalungan as an identity has only been used in the last few years. This also causes contestation among the people of Jember, some who accept and some who reject. The regent's participation at that time as an annual campaign made noise and conditions for pragmatic interests in it. Jember community itself consists of the Madurese and Javanese. Pendalungan emerged as a result of acculturation between the Madurese and Javanese people. The boundaries of Java-Madura are still apparent, and pendalungan as a Jember identity is indicated to have a systematic interest from the bureaucrats. Therefore, the focus of research on the genealogy of the Madurese and Javanese people towards the pendhalungan culture. Therefore, there are three formulations of the problem in this study; first, How is the Madura and Javanese customs comprehensively? Second, how is the genealogy between the Madurese and Javanese people in Jember? Third, how does pendhalungan grow around the Madurese and Javanese communities? This research uses the descriptive qualitative method for the data collection techniques by observation, questionnaires, interviews, and documentation. For this reason, the objectives of this paper are: first, to know the culture of the Madurese and Javanese people in Jember comprehensively. Second, knowing the contestation between the Madurese and Javanese people. Third, understanding the pendhalungan culture for the Madurese and Javanese people. How does pendhalungan grow around the Madurese and Javanese people? This research uses the descriptive qualitative method for the data collection techniques by observation, questionnaires, interviews, and documentation. For this reason, the objectives of this paper are: first, to know the culture of the Madurese and Javanese people in Jember comprehensively. Second, knowing the contestation between the Madurese and Javanese people. Third, understanding the pendhalungan culture of the Madurese and Javanese people. How does pendhalungan grow around the Madurese and Javanese people? This research uses the descriptive qualitative method for the data collection techniques by observation, questionnaires, interviews, and documentation. For this reason, the objectives of this paper are: first, to know the culture of the Madurese and Javanese people in Jember comprehensively. Second, knowing the contestation between the Madurese and Javanese people. Third, learning the pendhalungan culture of the Madurese and Javanese people and understanding the culture of the Madurese and Javanese people in Jember comprehensively. Second, knowing the contestation between the Madurese and Javanese people. Third, learning the pendhalungan culture of the Madurese and Javanese people, first, understanding the culture of the Madurese and Javanese people in Jember comprehensively. Second, knowing the contestation between the Madurese and Javanese people. Third, learning the pendhalungan culture of the Madurese and Javanese people. Keywords: Genealogy; Madura and Java; Pendhalungan
PENERAPAN TEKNOLOGI DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK MADU KLANCENG PADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) LEBAH BROMO DI KHDTK GUNUNG BROMO JAWA TENGAH sugiarto, catur; Haryono, Tulus; Suryandari, Retno Tanding; Suryanadi, Pram
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i1.70427

Abstract

AbstrakProgram pengabdian masyarakat ini disusun dalam rangka meningkatkan manajemen bisnis dan pemasaran UMKM madu Klanceng pada Kelompok Tani (KTH) Lebah Bromo, KHDTK Gunung Bromo UNS. Tujuan akhir yang akan dicapai adalah efektivitas dalam pengelolaan bisnis serta peningkatan wawasan pengembangan produktivitas ternak lebah. Mengingat manfaat jenis Madu Klanceng yang sangat tinggi serta permintaan pasar akan produk kesehatan, maka produk Madu Klanceng memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra berdasarkan hasil observasi antara lain terkait perlunya peningkatan produksi lebah Klanceng dan pengetahuan pemasaran yang perlu ditingkatkan. Melalui program ini diharap terjadi peningkatan pemahaman peningkatan produksi madu dan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap manajemen bisnis dan strategi pemasaran yang efektif.Kata Kunci: Madu Klanceng, Ternak Lebah, Pemasaran, Produksi Madu AbstractThis community service program was structured in order to improve business management and marketing of Klanceng honey SMEs at the Bromo Bee Farmers Group, KHDTK Mount Bromo UNS. The final goal to be achieved is effectiveness in managing the business and increasing insight into the development of beekeeping productivity. Considering the very high benefits of this type of Klanceng Honey and the market demand for health products, the Klanceng Honey product has very good potential to be developed. The problems faced by partners based on observations include the need to increase Klanceng bee production and marketing knowledge that needs to be improved. Through this program it is hoped that there will be an increase in understanding of increasing honey production and an increase in the understanding of business actors regarding effective business management and marketing strategies.Keywords: Klanceng Honey, Bee, Marketing, Honey Production
PELATIHAN STRATEGI KOPING FOKUS EMOSI UPAYA MEREDUKSI KECENDERUNGAN IMPULSIF BUYING (ONLINE SHOPING) PADA WANITA DEWASA AWAL Khotimah, Rauhul
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i1.62312

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Kuasi eksperimen dilakukan untuk melihat pengaruh pelatihan strategi koping fokus emosi untuk mereduksi impulsive buying pada dewasa awal. Desain penelitian ini adalah one group pre-post test experimental design. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 10 orang. Hasil uji beda yang diperoleh menunjukkan signifikansi p= 0,318 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan  yang signifikan setelah dilakukan pelatihan. Beberapa faktor yang mempengaruhi tidak berhasilnya pelatihan strategi koping fokus emosi dalam mereduksi impulsive buying pada wanita dewasa adalah model pelatihan yang digunakan, kondisi psikologis peneliti dan partisipan dan durasi waktu pelatihan.Kata Kunci: Strategi, Koping, Impulsif Buying, Online Shop, Psikologi AbstractThis research was conducted using a quasi-experimental method. A quasi-experiment was conducted to see the effect of emotional focus coping strategy training on reducing impulsive buying in early adulthood. The research design was a one group pre-post test experimental design. The number of participants who attended the training were 10 people. The different test results obtained showed a significance of p = 0.318 (p > 0.05), which means that there was no significant difference after training. Some of the factors that influence the unsuccessful training of emotional focused coping strategies in reducing impulsive buying in adult women are the training model used, the psychological conditions of the researchers and participants and the duration of the training.Keywords: Strategy, Coping, Impulsive Buying, Online Shop, Psychology 
Pengaruh Minat Dan Konsep Diri Terhadap Prestasi Belajar Sosiologi Hamanto, Agung
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i1.72294

Abstract

AbstrakTujuan dari Penelitian adalah : (1) Pengaruh minat belajar dan konsep diri secara bersama-sama terhadap prestasi sosiologi, (2) Pengaruh minat belajar terhadap prestasi, (3) Pengaruh konsep diri terhadap prestasi. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Sampel 70 siswa dengan model regresi linear ganda. Hasil analisis standar pengujian hipotesis diperoleh sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh minat belajar dan konsep diri secara bersama-sama terhadap prestasi belajar sosiologi. Hal ini di buktikan dengan nilai signifikansi 0,00<0,05 dan Fhitung = 49,93. (2) Terdapat pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar sosiologi. Hal ini di buktikan dengan nilai signifikansi 0,00<0,05 dan thitung = 5,38. (3) Terdapat pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar sosiologi. Hal ini di buktikan dengan nilai signifikansi 0,03<0,05 dan thitung = 2,15. Implikasi dalam penelitian ini adalah jika minat belajar dan konsep diri tinggi maka prestasi akan lebih baik.Kata Kunci: Konsep diri, Minat belajar dan Prestasi Sosiologi AbstractThe objectives of the Study :  (1) The Influence of Collective Interest and Self-concept on the Sociological. (2) The Influence of Interest in Learning on the Sociology.(3) The Influence of Self-concept Towards Sociological. The research was contucted using a survey method. The sample used  70  students with multiple linear regression models.  Hypothesis testing are obtained as follows : (1) There is an effect of mutual interest in learning and self-concept on the sociology learning achievement. significance value of 0,00<0,05 and Fcount = 49,93. (2) There is an effect of interest in learning on sociology learning. This is proven by a significance value of 0,00<0,05 and Tcount : 5,38. (3) There is  an effect of self-concept on sociology learning . This is proven by a significance of 0,03<0,05 and Tcount : 2,15. The implication in this research is that if the interest in learning and self-concept is high, the achievement will be better.Keywords: Interest in learning, Self-concept and Sociological Achievement.  
DAMPAK KETIDAKSETARAAN EKONOMI TERHADAP PATOS DI MASYARAKAT MODERN ardian, muhammad bayu
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 8, No 1 (2024): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v8i1.81609

Abstract

Artikel ini mengkaji dampak ketidaksetaraan ekonomi terhadap patos (rasa harga diri dan martabat) dalam masyarakat modern. Ketidaksetaraan ekonomi, yang terus berkembang di era globalisasi, telah menjadi tantangan serius bagi keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, penelitian ini menyelidiki bagaimana ketidaksetaraan ekonomi mempengaruhi patos individu dan kelompok dalam masyarakat kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis data dari survei dan wawancara yang dilakukan di berbagai lapisan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetaraan ekonomi memiliki dampak yang signifikan terhadap patos, mempengaruhi harga diri dan persepsi martabat diri individu. Masyarakat yang mengalami ketidaksetaraan ekonomi cenderung mengalami penurunan patos, mengakibatkan ketidakpuasan diri, stres, dan gangguan psikologis lainnya. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor sosial, ekonomi, dan politik yang berkontribusi terhadap ketidaksetaraan ekonomi dan patos rendah dalam masyarakat modern. Implikasi dari temuan ini memiliki relevansi penting dalam merumuskan kebijakan sosial dan ekonomi yang bertujuan untuk mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan patos di kalangan individu dan kelompok yang rentan.Kata Kunci :Ketimpangan ekonomi, kesedihan, harga diri, martabat diri, masyarakat modern, kebijakan sosial. AbstractThis article examines the impact of economic inequality on pathos (sense of self-worth and dignity) in modern society. Economic inequality, which continues to grow in the era of globalization, has become a serious challenge to social justice and societal welfare. In this context, this research investigates how economic inequality influences the pathos of individuals and groups in contemporary society. This study uses qualitative and quantitative approaches to analyze data from surveys and interviews conducted in various levels of society. The research results show that economic inequality has a significant impact on pathos, influencing an individual's self-esteem and perceived self-dignity. Societies that experience economic inequality tend to experience a decrease in pathos, resulting in self-dissatisfaction, stress, and other psychological disorders. In addition, this research also highlights the social, economic, and political factors that contribute to economic inequality and inferiority in modern society. The implications of these findings have important relevance in formulating social and economic policies aimed at reducing inequality and increasing pathos among vulnerable individuals and groups.Keywords: Economic inequality, pathos, self-esteem, self-dignity, modern society, social policy.
FRAMING ISU POLITIK IDENTITAS ANIES-CAK IMIN DALAM PILPRES 2024 PADA PEMBERITAAN KUMPARAN.COM DAN METROTV Laksono, Puji; Akmalia, Laila
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 2 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i2.110247

Abstract

Candidate pair No. 01, Anies Baswedan, is supported by the National Awakening Party (PKB), the Prosperous Justice Party (PKS), and the Nasdem Party. He served as the Governor of DKI Jakarta (2017-2022) and as the Minister of Education and Culture in the Working Cabinet (2014-2016). His running mate, Muhaimin Iskandar, also known as Gus Imin, serves as the Chairman of the National Awakening Party (2019-2024) and was the Minister of Manpower and Transmigration in the United Indonesia Cabinet II (2009-2014). The heated identity politics issue surrounding candidate pair No. 01, Anies Baswedan and Cak Imin, originated from Anies Baswedan attending the ulama ijtima, sparking accusations that the AMIN pair is using identity politics to secure the majority vote and win the 2024 presidential election. The mass media serves as a means of communication and information dissemination, capable of spreading and absorbing information on a large scale, thereby influencing social change.  The power of the mass media to shape public opinion is then utilized by certain groups. This study aims to examine how the representation of the identity politics issue surrounding Anies–Cak Imin in the 2024 presidential election is portrayed in the news coverage of Kumparan.com and MetroTV, known for their professionalism and ideological stances, using Robert N. Entman's framing analysis. This model is built on the assumption of how media discussions reflect or select the appropriate perspective to tell a news story (news frame). Keywords: Anies-Cak Imin's, Framing Analysis, Identity Political Issue, Kumparan.com, Representation, , Metro TV ABSTRAKPasangan calon Nomor urut 01 Anies Baswedan yang diusung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (2017-2022), Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Kerja (2014-2016) dan wakilnya Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa dengan nama Gus Imin menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (2019-2024), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014). Isu politik identitas yang berlangsung panas dari pasangan calon nomor urut 01 yakni Anies Baswedan dan Cak imin berawal dari Anies Baswedan yang menghadiri ijtima ulama dan muncul isu-isu Pasangan AMIN menggunakan politik identitas untuk mengambil suara terbanyak dan menang di Pilpres 2024. Media massa merupakan sarana komunikasi dan informasi yang dapat menyebar dan menyerap informasi dalam jumlah besar sehingga dapat memengaruhi perubahan sosial. Kekuatan yang dimiliki media massa untuk membentuk opini publik ini kemudian digunakan oleh beberapa kalangan. Kata Kunci: Analisis Framing, Representasi, Anies-Cak Imin, Kumparan.co, MetroT, Pemberitaan, Politik Identitas
IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERUNDUNGAN DI TINGKAT BAWAH DI PONDOK PESANTREN Qowiyuddin, Agus; Nisa, Miftachul A'yun; Kholili, Moch
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 2 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v7i2.81495

Abstract

This research is related to the phenomenon of bullying in Islamic boarding schools and focuses on the effectiveness of guidance and counseling. Using qualitative descriptive methods, This study aims to learn more deeply related to the phenomenon of bullying as well as solutions to overcome bullying violence. the study identified three main themes: "Mentally Debilitating," "Torturing," and "Gaining Power." The bully, by seniors against juniors, uses power to intimidate and demean the victim. The implementation of guidance and counseling aims to understand the factors that influence adolescent aggressive behavior.The discussion highlighted the role of the family, the pesantren environment, and the need for preventive action and intervention through guidance and counseling. The holding of special socialization is a direction to follow up bullying behavior in pesantren.This research contributes to understanding the dynamics of bullying in Islamic boarding schools and encourages efforts to create a safe environment for all students.AbstrakPenelitian ini terkait fenomena bullying di pondok pesantren dan fokus pada efektivitas bimbingan dan konseling. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam terkait fenomena bullying juga solusi untuk mengatasi tindak kekerasan bullying. Penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: "Melemahkan Mental," "Melakukan Penyiksaan," dan "Mendapatkan Kekuasaan." Pelaku bullying, oleh senior terhadap junior, menggunakan kekuasaan untuk mengintimidasi dan merendahkan korban. Adanya pelaksanaan bimbingan dan konseling bertujuan memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresif remaja. Diskusi menyoroti peran keluarga, lingkungan pesantren, dan perlunya tindakan preventif serta intervensi melalui bimbingan dan konseling. Diadakannya Sosialisasi khusus menjadi arahan untuk menindaklanjuti perilaku bullying di pesantren . Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman dinamika bullying di pondok pesantren dan mendorong upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh santri.
ADAPTASI ALAT UKUR STUDENT-LIFE STRESS INVENTORY (SLSI) PADA MAHASISWA Lidya, Fatikha Putri; Hapsari, Kintania Sura
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 9, No 1 (2025): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/habitus.v9i1.97603

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang alat ukur stress yang dirasakan oleh mahasiswa dengan kriteria; mahasiswa sarjana S1, rentang usia 18 tahun hingga 21 tahun, dan mahasiswa yang mengikuti kelas reguler pagi, dengan fokus pengukuran pada; (1) stress akademik yang dirasakan,(2) stress fisik,(3) stress hubungan interpersonal, dan (4) tekanan lingkungan yang dirasakan. Ciri-ciri dari stress yang dirasakan oleh mahasiswa ditandai dengan berbagai perilaku yang bisa dirasakan oleh masing-masing responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Sehingga pengambilan data dilakukan dengan menyebarluaskan angket dalam google form yang berisikan 40 pernyataan favourable yang diadaptasi dari Edition 2020 (Arip, M., dkk. 2020). Responden penelitian sebanyak 150 responden dan hasil uji validitas diketahui bahwa seluruh pernyataan variabel yang diajukan untuk responden adalah valid karena dilihat dari nilai r hitung > r tabel (0,159). Kemudian hasil uji reliabilitas penelitian dinyatakan reliabel karena telah memenuhi nilai yang disyaratkan yaitu Cronbach Alpha > 0,6. Pada uji kualitas instrumen dan data per aspek diketahui bahwa seluruh pernyataan variabel yang diajukan untuk responden adalah valid dan reliabel, karena nilai r hitung > r tabel (0,159) dan nilai Cornbach Alpha > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan yang ada dalam kuesioner tersebut dapat dikatakan layak sebagai instrumen untuk mengukur data penelitian.Kata Kunci: Alat Ukur Stress, MahasiswaABSTRACTThis study examines the stress measurement tool felt by students with the criteria; undergraduate students, age range 18 years to 21 years, and students who attend regular morning classes, with a focus on measurement on; (1) perceived academic stress, (2) physical stress, (3) interpersonal relationship stress, and (4) perceived environmental pressure. The characteristics of stress felt by students are marked by various behaviors that can be felt by each respondent that are in accordance with the research criteria. So that data collection was carried out by distributing a questionnaire in a google form containing 40 favorable statements adapted from Edition 2020 (Arip, M., et al. 2020). The research respondents were 150 respondents and the results of the validity test showed that all variable statements submitted to respondents were valid because they were seen from the calculated r value> r table (0.159). Then the results of the research reliability test were declared reliable because they had met the required value, namely Cronbach Alpha> 0.6. In the instrument and data quality test per aspect, it was found that all variable statements submitted to respondents were valid and reliable, because the calculated r value > r table (0.159) and the Cornbach Alpha value > 0.6, so it can be concluded that all statements in the questionnaire can be said to be suitable as instruments for measuring research data.Keywords: Stress Measuring Instrument, Students
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PENILAIAN DALAM BENTUK PENILAIAN PORTOFOLIO SEBAGAI METODE EVALUASI PEMBELAJARAN BAGI PESERTA DIDIK SDN SUKABUMI 6 KOTA PROBOLINGGO dari, Wulan
Habitus : Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi Vol 7, No 1 (2023): Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Soiologi Antropologi, FKIP-UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian portofolio adalah metode penilaian berkelanjutan yang menggunakan kumpulan data atau dokumentasi yang berbeda dari pekerjaan seseorang yang dikumpulkan selama proses pembelajaran dan disusun serta disatukan dalam sebuah portofolio. Dengan bantuan data dan dokumentasi yang tepat, evaluasi portofolio bertujuan untuk menginformasikan kepada orang tua tentang perkembangan anak mereka secara keseluruhan. Beberapa sarjana pendidikan melihat tes ini sebagai tes alternatif di masa sekarang yang secara signifikan lebih dapat dipercaya dan valid daripada tes tradisional. Tiga domain perkembangan psikologis anak kognitif, emosional, dan psikomotorik diperiksa dalam evaluasi portofolio.Kata Kunci: Hasil; Penilaian; Portofolio; Pembelajaran; Perkembangan  AbstractA portfolio assessment is a continuous assessment method that uses different collections of data or documentation of one's work that were collected over the course of the learning process and arranged and bundled together in a portfolio. With the aid of precise data and documentation, the portfolio evaluation aims to inform parents about their children's overall development. Some educational scholars view this test as an alternative test in the present day that is significantly more trustworthy and valid than traditional tests. The three domains of child psychological development cognitive, emotional, and psychomotor are examined in the portfolio evaluation.Keywords: Assessment; Development; Learning; Portfolio; Result

Page 1 of 4 | Total Record : 34