Pesantren salaf yang semula berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama secara tradional mengalami transformasi modernisasi baik sistem maupun kurikulum untuk mengakomodasi tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman modern. Tulisan ini dimaksudkan untuk membahas tentang transformasi modernisasi pesantren salaf dengan setting lokasi di Pulau Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk menggambarkan dinamika fenomena modernisasi yang terjadi di tengah pesantren salaf. Teknik pengambilan data berupa observasi dan interview. Observasi dikakuan dengan cara mengamati secara langsung hal-hal yang terjadi di tengah-tengah obyek penelitian. Wawancara dilakukan kepada pihak terkait (stakeholder) untuk memperoleh informasi tentang bagaimana proses transformasi modernisasi pada pesantren salaf. Kehadiran peneliti menjadi intrumen kunci (key instrument) dalam proses pengumpulan data untuk memastikan originalitas data yang diperoleh. Hasil penelitian ini antara lain; Pertama, pesantren salaf-modern yaitu pesantren yang semula salaf tradisional dikembangkan dengan memasukkan sistem sekolah yang diimplementasikan di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama dari jenjang terendah hingga pendidikan tinggi. Kedua, pesantren salaf-inklusif, lembaga pendidikan pesantren tetap mempertahankan tradisi lama dalam mengajarkan kitab-kitab kuning dengan metode tradional klasik dan membolehkan santri untuk mengenyam pendidikan formal di luar pesantren secara proporsional. Ketiga, pesantren kombinasi salaf modern-inklusif, pesantren yang pola sistemnya mengombinasikan salaf-modern dan salaf-inklusif. Keempat, pesantren salaf-renewed learning method, lembaga pendidikan pesantren yang persisten mengajarkan kitab kuning dengan system pembelajaran seperti yang terdapat dalam sekolah formal yang berada di bawah naungan pemerintah.
Copyrights © 2021