Tracer merupakan Salah satu sarana di dalam ruangan filing rekam medis yang dapat dipakai sebagai tanda pengganti berkas rekam medis di rak filing yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan rekam medis. Berdasarkan hasil pengamatan di puskesmas Ariodillah Palembang penggunaan tracer belum efektif sehingga masih ditemukan terjadinya misfile yang menyebabkan rekam medis sulit terlacak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penggunaan tracer di Puskesmas Ariodillah Palembang. Metode penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian deskriftif dengan pendekatan studi kasus berfungsi menggambarkan keadaan sistem penyimpanan dalam penggunaan tracer yang terjadi di Puskesmas Ariodillah Palembang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu petugas penyimpanan. Objek yang diteliti yaitu rekam medis dan fasilitas sistem penyimpanan dalam penggunaan Tracer. Hasil penelitian di puskesmas Ariodillah palembang yaitu sudah memiliki Standar Operasional Prosedur tentang tracer khusus di ruang penyimpanan rekam medis. Standar Operasional Prosedur tersebut sudah ada, namun tanggal, nama pasien, tempat tujuan dicatat di buku ekspedisi bukan pada tracer yang diselipkan pada saat rekam medis keluar, bentuk tracer di Puskesmas Ariodillah Palembang hanya berupa tulisan berbentuk panah yang terbuat dari mika dengan dibedakan menjadi 3 warna yaitu biru, kuning dan merah.
Copyrights © 2021