Perkembangan zaman yang semakin maju dan masuknya budaya luar berdampak pada memudarnya suatu budaya yang berpengaruh terhadap masalah kebahasaan. Pola pikir masyarakat yang cenderung dinamis mengakibatkan masyarakat kurang berpartisipasi dalam melestarikan bahasa daerahnya masing-masing. Penggunaan bahasa oleh masyarakat penuturnya bermakna dan mengacu pada suatu peristiwa, tindakan, benda dan keadaan. Peristiwa yang terjadi direlisasikan dengan bahasa sebagai perantara penuturnya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan istilah-istilah yang sering digunakan dalam keseharian masyarakat melayu asahan dalam bentuk (1) monomorfemis, (2) polimorfemis. untuk melestarikan kearifan lokal dan memaparkan istilah bahasa yang muncul dalam pelestarian bahasa yang digunakan masyarakat melayu asahan dalam kesehariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik secara teoretis, dan pendekatan deskriptif kualitatif secara metodologis. Data yang dianalisis berupa penggalan tuturan yang digunakan untuk mengungkapkan istilah-istilah yang sering digunakan masyarakat melayu asahan untuk melestarikan kearifan lokal masyarakat melayu asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan data yang mengandung (1) bentuk satuan monomorfemis (2) bentuk satuan polimorfemis
Copyrights © 2019