Aksi radikalisme Islam pasca tumbangnya rezim orde baru, tumbuh subur di Indonesia. Isu radikalisme ini menjadi wacana yang menarik di beberapa kalangan, khususnya akademisi. Di samping merebaknya aksi terorisme dan radikalisme Islam, belakangan ini ada kecenderungan upaya-upaya sistematis yang dilakukan oleh kelompok-kelompok keagamaan tertentu untuk mengajarkan doktrin keagamaan garis keras di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Meskipun faktor kemunculan terorisme dan radikalisme Islam sangatlah kompleks, namun merebaknya fenomena tersebut dapat menjadi cermin PAI di negeri ini. Harus diakui bahwa praktik pendidikan agama (Islam) selama ini lebih bercorak eksklusivistik ketimbang inklusivistik. Upaya komprehensip sepatutnya dilakukan untuk merekonstruksi PAI dalam rangka membangun kesadaran multikultural sebagai tindakan preventif dan meminimalkan terjadinya tindakan radikalisme. Kata Kunci: Rekonstruksi, Pendidikan Agama Islam, Multikultural
Copyrights © 2019