Produksi yang terus menerus menyebabkan mesin-mesin bekerja tanpa henti yang mengakibatkan risiko penurunan produktivitas mesin di PT. TJB Power Services. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan Operation and Maintenance PLTU Tanjung Jati B Unit 1 dan 2. Secara umum proses produksi dimulai dari penggilingan batubara yang digunakan untuk bahan bakar memanaskan air menjadi uap kering yang dialirkan ke turbin untuk menggerakkan generator yang menghasilkan listrik. Pada tahun 2018 tingkat Equivalent Availibility Factor (EAF) Unit 1 sebesar 89,45% dan Unit 2 sebesar 93,76% yang semula targetnya 100%. Sedangkan tahun 2019 Unit 1 meningkat menjadi 95,60% dan Unit 2 mengalami penurunan menjadi 88,12%. Fokus penelitian ini pada penggilingan batu bara di mesin pulverizer unit 2 karena mengalami penurunan tingkat availibility dan merupakan mesin yang kritis dalam proses produksi yang akan mempengaruhi produktivitas secara keseluruhan. Berdasarkan analisa RCM II pada tahap FMEA diperoleh nilai RPN tertinggi pada equipment coal pipe dan pyrite. Setelah dianalisa dengan fishbone diagram diperoleh akar penyebab kegagalan antara lain udara primer dan udara luar mengandung kadar air laut dan tidak dilapisi anti karat mengakibatkan korosi, benda asing yang menumpuk dan tidak terfilter di silo serta kurang perawatan.
Copyrights © 2021