Penelitian membahas mengenai peningkatan keterampilan menjahit anak tunarungu menggunakan model explicit instruction melalui pembuatan totebag kanvas kelas X di SlB Negeri 1 Kubung yang didasari oleh anak tunarungu belum cakap dalam kegiatan menjahit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah model exlpicit instruction efektif dalam meningkatkan kemampuan anak tunarungu dalam kegiatan menjahit. Model explicit instruction sangat cocok untuk digunakan karena pelaksanaanya dilakukan secara bertahap. Penelitian tindakan kelas menjadi metode yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Data yang diperlukan akan diperoleh melalui kegiatan observasi, dokumentasi dan tes praktek. Hasil dari data tersebut akan dianalisis sesuai dengan teknik analisis data yang digunakan. Pada siklus I anak memperoleh hasil M 69,04% dan A 64,28 dan hasil pada siklus kedua M 92% dan A 83,33%. Hal tersebut menujukkan bahwa model explicit instruction efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menjahit anak tunarungu.
Copyrights © 2022