Generasi melenial memiliki ciri dan karakter khas yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya dan sesudahnya, seperti narsis, materialistik, pribadi liberal, dan pendukung kesetaraan hak. masalah muncul ketika karakter tersebut menjadi hal yang dimaklumi sebagai sebuah realita yang wajar sebagai akibat dari pengaruh lingkungan sosial yang ada. Penilaian “wajar” ini membawa konsekwensi pada permakluman dan pembenaran. Padahal karakter tersebut harus disembuhkan dan diperbaiki. Tulisan ini memberikan gambaran tentang perilaku bermedia kaum milenial, gen X dan gen Z dan bagaimana publik memakluminya. Bahaya stigma ini dibiarkan dan dilestarikan karena banyak kepentingan yang mendapat keuntungan dari perilaku ini Adanya pola pandang barat yang menjadikan fenomena sosial sebagai bagian dari perjalanan panjang manusia yang menjadi landasan teori fenomena sesudahnya. Padahal fenomena yang buruk harusnya dilakukan perbaikan. Mereka menyamakan fenomena sosial dengan fenomena alam. Dari sini perlu solusi dari sudat pandang pendidikan Islam terhadap kegamangan dalam mensikapi fenomena tersebut. Solusi sesungguhnya kembali pada aktifasi akhlaq yang mulia dalam bermedia. Karena nilai akhlaq akan terus berperan dalam perbaikan kehidupan manusia sampai kapan pun, meskipun teknologi komunikasi terus mengalami perkembangan.
Copyrights © 2021