Perlunya meningkatkan kualitas dalam pembelajaran di mana berdasarkan hasil observasi dan wawancara terbatas kepada beberapa peserta didik kelas XI TKR 1 SMKN 1 Rengasdengklok, diketahui bahwa sistem pembelajaran masih bersifat ekspositori dimana guru menyampaikan materi secara verbal. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa adanya siswa kelas XII TKR yang tidak lulus ketika pelaksanaan Ujian Kompetensi Kejuruan pada pekerjaan tune up mesin bensin, sehingga harus melakukan remidial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran problem based learning (PBL), project based learning (PJBL) dan ekspositori terhadap peningkatan kompetensi kognitif. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan desain nonequivalent (pretest and posttest) control group design. Variabel yang digunakan yaitu dua variabel bebas dengan (X1) PBL dan (X2) PJBL serta variabel terikat (Y) yakni kompetensi kognitif. Populasi terdiri dari siswa Kelas XI TKR 1 dan XI TKR 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI TKR 3 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar pada kelas PBL dan PJBL lebih tinggi daripada kelas ekspositori. Kedua model ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran di SMK.
Copyrights © 2021