Tujuan khusus dari penelitian ini yaitu mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, kendala manajemen pembelajaran teaching factory dalam meningkatkan kompetensi lulusan serta merancang solusi dalam menghadapi kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran melaksanakan kegiatan In House Training, sinkronisasi kurikulum dengan IDUKA, menyusun silabus dan RPP, menganalisis jumlah SDM yang tersedia dengan mata pelajaran yang akan dilaksanakan, menyusun jadwal blok dan job sheet. (2) Pengorganisasian membuat struktur organisasi manajemen teaching factory untuk menentukan tugas pokok dan fungsi setiap orang yang terlibat. (3) Pelaksanaan pembelajaran teaching factory dilaksanakan dengan sistem dan jobdesc yang jelas melalui jobsheet yang telah disusun dalam perencanaan pembelajaran teaching factory. (4) Evaluasi pembelajaran, guru melaksanakan pengawasan pada setiap produk yang dihasilkan pada akhir proses pembelajaran walaupun bentuknya simulasi. (5) Kendala yang dihadapi pada pembelajaran teaching factory yaitu belum adanya order yang berkelanjutan, serta alat produksi yang belum lengkap sesuai standar industri. (6) Solusi yang dilakukan sekolah mendorong seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan jiwa enterprenership dengan menjadi marketing agent dari unit produksi teaching factory. Simpulan dari penelitian ini bahwa model pembelajaran teaching factory efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan budaya kerja sesungguhnya dan berdampak positif bagi peningkatan kompetensi lulusan serta dengan unit produksi yang ada, dapat menghasilkan produk yang berstandar industri dan layak jual.
Copyrights © 2021