Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa materi pencemaran lingkungan di SMA Negeri 1 Kotapinang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan sampel sebanyak 3 kelas yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Model pembelajaran inkuiri terbimbing diajarkan di kelas X-1, model pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi diajarkan di kelas X-2, dan model pembelajaran berbasis tradisional diajarkan di kelas X-3. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan berpikir kritis berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kovariat dengan menggunakan program SPSS 23.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (F=26.015; P=0.000). Keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing (75,00 ± 8,701) tidak berbeda nyata dengan model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi (79,03 ± 8,930) (P=0,161), dan tidak berbeda signifikan dengan model pembelajaran tradisional ( 70,00 ± 10,142) (P=0,062). Namun berbeda sangat signifikan antara model pembelajaran inkuiri bebas modifikasi dengan tradisional (P=0,000). Hasil penelitian ini diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing atau model pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi saat mengajar materi pencemaran lingkungan guna meningkatkan daya pikir kritis siswa.
Copyrights © 2021