Program yang disusun dalam rangka memajukan pendidikan terus mengalami kemajuan dan berkem- bang secara dinamis, salah satunya adalah program penyelenggaraan pendidikan inklusif. Diperlukan proses evaluasi untuk memperbaiki dan menyempurnakan program ini. Salah satu model yang dapat diterapkan adalah model evaluasi kesenjangan (Discrepancy Evaluation Model/DEM) yang dikembangkan oleh Provus. Tujuan penelitian ini adalah melakukan telaah teoritis tentang penggunaan model DEM untuk mengevaluasi program penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan data yang di- peroleh melalui studi dokumen, buku, dan artikel yang relevan kemudian dianalisis dengan model interaktif dari Miles and Huberman yaitu: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Prosedur yang digunakan dalam model evaluasi kesenjangan ini melalui empat tahapan yaitu: (1) desain, (2) instalasi, (3) proses, (4) produk. Hasil dari penerapan model ini adalah pada setiap tahapan evaluasi dapat diketahui kesenjangan yang terjadi antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan di lapangan, sehingga dapat menjadi petunjuk untuk mengambil keputusan dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan program.
Copyrights © 2021