Wacana humor di media sosial membangun suasana jenakanya melalui ketaksaan makna dengan memanfaatkan paronomasia, terutama bentuk-bentuk yang berelasi polisemi dan homonimi. Polisemi yang dimanfaatkan dalam wacana humor di media sosial bersumber dari (a) pergeseran dan perluasan penggunaan kata, (b) spesialisasi pemakaian dalam lingkungan sosial, dan (c) pemakaian bahasa figuratif dan bahasa literal, sementara polisemi karena pengaruh bahasa asing tidak ditemukan. Homonimi dalam wacana humor di media sosial berupa homonimi absolut dan homonimi parsial. Homonimi absolut mencakup kata utuh, akronim, dan singkatan. Homonimi parsial yang dimanfaatkan dalam wacana humor mencakup homofoni dan homografi.
Copyrights © 2021