Jurnal Kesehatan Masyarakat
Vol 9, No 5 (2021): SEPTEMBER

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DAN MPASI DENGAN TINGKAT KECUKUPAN GIZI BADUTA PADA KELUARGA NELAYAN

Novi Kardyanti (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)
Suyatno Suyatno (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)
Martha Irene Kartasurya (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2021

Abstract

Praktik pemberian ASI dan MPASI perlu memperhatikan kualitas dan kuantitas yang sesuai agar asupan zat gizi baduta terpenuhi secara maksimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pemberian ASI dan MPASI dengan tingkat kecukupan energi (TKE) dan protein (TKP) baduta usia 6-24 bulan di desa nelayan Kabupaten Demak.  Jenis penelitian explanatory research ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian (61 orang) dipilih secara purposive, menggunakan kriteria inklusi: masih diberi ASI, memiliki ayah nelayan serta tidak cacat fisik dan mental. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Rank spearman, dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan rerata frekuensi pemberian ASI usia 6-12 bulan 9,1 kali/hari dan 12-24 bulan 6,9 kali/hari. Rerata durasi pemberian ASI 122,5 menit/hari. Baduta dengan pemberian MPASI lokal 65,6%, tekstur MPASI yang kurang sesuai 37,7%, rerata TKE 82,7%, kontribusi energi ASI 47,4%, kontribusi energi MPASI 40,5%, TKP 115,3%, kontribusi protein ASI 46,8%, kontribusi protein MPASI 84,5%. Ada hubungan antara frekuensi (p=0,008, r=0,336) dan durasi (p=0,001, r=0,412) pemberian ASI dengan TKE Baduta, tetapi tidak berhubungan dengan TKP baduta. Ada hubungan frekuensi pemberian MPASI (p=0,006, r=0,351) dan jenis MPASI (p=0,043) terhadap TKP Baduta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambah usia baduta semakin sedikit kandungan zat gizi  yang di peroleh dari ASI, sehingga pemberian MPASI perlu diperhatikan baik dari frekuensi dan jenis MPASI yang diberikan.  

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jkm

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) provides an online media to publish scientific articles from research and development in the field of Public Health. The scope of JKM is as follows: - Health Administration and Policy - Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health and Safety - Health ...