KINAA: Jurnal
Vol 3 No 1 (2018)

Menifestasi Fenomena Saroan dan Persekutuan: Suatu Tinjauan Teologis Saroan Bo’ne Matallo Terhadap Eksistensi pelayanan Gereja Toraja di Jemaat Tallnglipu

Yonathan Mangolo (Unknown)
Orpa Herman (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2018

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melihat secara mendalam bagaimana pemahaman masyarakat Tallunglipu dalam memaknai Saroan yang selama ini terus menjamur dalam perjumpaan antara injil dan kebudayaan dalam konteks Toraja. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa perjumpaan tersebut menghasilkan makna yang baru tentang saroan. Oleh karena itu penulis berusaha menganalisa nilai dan makna saroan yang sesungguhnya. Proses penulisan menggunakan penelitihan serta pengamatan (observasi) secara langsung dan wawancara. Selain itu, penulis juga menggunakan beberapa buku sebagai kajian pustaka yang berkaitan dengan topik penulisan karya ilmiah. Tulisan ini berbicara tentang pengaruh kehidupan sosial yang tentunya memainkan peran dalam memaknai akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Saroan dalam membangun kehidupan bersama baik dalam bermasyarakat maupun berjemaat. Adanya pergeseran makna nilainilai yang terkandung dalam Saroan sebagai materi awal analisis. Fenomena saroan yang terjadi sekarang tersebut memberi penawaran kepada penulisan untuk berusaha menjelaskan dampak yang dihasilkan dari saroan sekarang ini. Berangkat dari hal di atas tersebut, maka akan dipaparkan tinjuan Teologis Saroan Bo?ne Matallo di Tallunglipu sebagai wujud keprihatian social yang terjadi. Sebagai seorang Toraja Kristen dalam memaknai segala bentuk perubahan social dalam masyarakat kemudian membuatnya berada dalam terang injil, merupakan sebuah tugas yang tidak mudah. Memaknai Saroan yang didalamnya terkandung nilai-nilai luhur Toraja yang didalamnya nilai Injil di implementasikan harusnya dipertahankan dan mewujudkan dalam membangun kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat agar syalom dapat dinikmati oleh semua orang. Penulis berharap agar karya tulis ini dapat bermanfaat bagi warga Jemaat Tallunglipu dan masyarakat Tallunglipu dalam membangun pardigma teologi kontekstual, dengan harapan hal ini dapat menjadi alternative berteologi bahwa dalam nilai-nilai luhur Toraja nilai-nilai injil diimplementasikan yang harusnya dipertahankan untuk mengekspresikan diri sebagai masyarakat Toraja yang Kristen.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

kinaa

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Kinaa is a word in Toraja languages that means full of wisdom. Kinaa is one of the core characters of Toraja culture. This character process is not instant. A person who is followed and emulated is one who has the character of quinine. Another character is manarang which means clever, barani means ...