KINAA: Jurnal
Vol 4 No 1 (2019)

Suatu Upaya Kontekstualisasi Makna Penderitaan Yesus di Toraja

Yonathan Mangolo (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2019

Abstract

Pandangan masyarakat Toraja tentang kematian, berdeda dengan masyarakat pada umumnya. Ketika seseorang mati dan belum dilaksanakan ritusnya ia di pandang belum mati tapi sakit (to makula = orang yang sakit). Nanti ketika dilaksanakan ritusnya yaitu dilakukan aluk rambu solo’ barulah ia diangap mati. Dalam pelaksanaan ritus tersebut, semakin banya hewan yaitu Babi dan Kerbau yang dikurbankan semakin mempercepat si mati untuk mengalami proses inkarnasi menjadi dewa (membali puang). Kepercayaan pada Yesus sebagai To Membali Puang merupakan pengakuan akan pentingnya menyadari kepelbagaian budaya, yang pada giliranya memerlukan kehadrian teologi lokal. Keanekaragaman konteks yang tentunya pula menghasilkan keanekaragaman persoalan, tentu tak lagi mungkin dijawab dengan sebuah teologi yang bersifat umum. Karena itu, gereja harus bisa melupakan cita-cita akan keseragaman teologi dan sebaliknya menerima kehadiran teologi yang bersifat umum. Karena itu, gereja harus bisa melupakan cita-cita akan keseragaman teologi dan sebaliknya menerima kehadiran teologi yang beraneka ragam. Tak ada satu pun yang dapat dinyatakan benar untuk seluruh tempat dan waktu, melainkan yang ada ialah teologi yang punya makna pada satu tempat atau waktu tertentu. Budaya dan perilaku hidup masyarakat Toraja tak mungkin dinilai dengan obyektif jika dilakukan dari perspektif budaya barat. Disamping itu, kehidupan masyarakat Toraja akan sulit untuk didinamisir dengan nilai dan pandangan hidup yang asing di telinga mereka. Jika hal semacam ini dipaksakan, maka teologi tersebut tidak akan pernah menajdi milik masyarakat Toraja. Karena itu, tulisan ini merupakan jawaban terhadap kontekstualisasi teologi.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

kinaa

Publisher

Subject

Religion Humanities Education

Description

Kinaa is a word in Toraja languages that means full of wisdom. Kinaa is one of the core characters of Toraja culture. This character process is not instant. A person who is followed and emulated is one who has the character of quinine. Another character is manarang which means clever, barani means ...