Kopi (Coffea, Sp) sebagai bahan minuman yang sudah tidak asing lagi. Aromanya yang harum, rasanya yang khas nikmat, serta khasiatnya yang dapat memberikan rangsangan penyegaran badan membuat kopi cukup enak dilidah dan digemari banyak orang. Peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang dihasilkan sehingga mempengaruhi pengembangan produksi akhir kopi. Hal ini disebabkan, karena penanganan pasca panen yang tidak tepat. Pengolahan kopi sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi. Oleh karena itu, untuk memperoleh biji kopi yang bermutu baik maka diperlukan penanganan pasca panen yang tepat dengan melakukan setiap tahapan secara benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeraman biji kopi sangat berpengaruh terhadap mutu, dalam hal ini kadar air, kadar abu dan kandungan kafein. Perlakuan pemeraman 2 hari diperoleh kadar air 10,46%, kadar abu1,76% dan kandungan kafein 1,20%. Dengan demikian pemeraman 2 hari sudah mendekati Standar mutu Pertanian Indonesia (SPI) dan tingkat kecendrungan penurunan kadar air dari 0-1 hari 16,02%, 1-2 hari 12,51% dan 2-3 hari 9,58% kadar abu 1,64% dan kandungana kafein 0,94%. Untuk uji organoleptik terhadap tingkat aroma dan rasa menunjuikkan bahwa perlakuan 2 hari dan 3 hari menunjukkan hasil yang hampir sama. Perolehan skor didasarkan pada hasil penilaian yang diberikan panelis/responden. Untuk uji organoleptik terhadap tingkat aroma dan rasa pada penelitian ini digunakan 15 orang panelis.
Copyrights © 2016