Vandalisna, Vandalisna
Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI MIKROORGANISME LOKAL (MoL) KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SALEDRI DENGAN SISTEM VERTIKULUR Vandalisna Vandalisna
Jurnal Agrisistem Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroorganisme lokal keong mas terhadap pertumbuhan tanaman saledri dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 (empat) perlakuan yaitu P0 : kontrol (tanpa perlakuan) P1 : 50 cc mikroorganisme lokal per liter air, P2: 75 cc mikroorganisme lokal per liter air, dan P3: 100 cc mikroorganisme lokal per liter air. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Aplikasi penyemprotan sebanyak empat kali yaitu setiap 5 hst, 10 hst, 15 hst, dan 20 hst. Jumlah populasi setiap perlakuan ditanami 12 tanaman seledri dengan jarak 10 cm, sehingga jumlah populasi tanaman srbanayak 48 tanaman.. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian dosis 100 cc mikroorganisme lokal per liter air memberikan pengeruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman 21 hst (24,77 cm), jumlah daun 8,66 helai.
PENGARUH BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) Faisal Hamzah; Vandalisna Vandalisna; Muslimin Muslimin
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis media tanam hidroponik terbaik terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) dan mengetahui respons petani terhadap terhadap penggunaan beberapa jenis media tanam hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) Kajian dilakukan dengan menggunakan 3 perlakuan media tanam yaitu M1 (media pasir), M2 (media arang Sekam), M3 (media cocopeat) .parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat basah. Data dianalisa dengan menggunakan uji standar error. Hasil kajian yang diperoleh dengan menggunakan uji standar error menunjukkan perlakuan M1 (Media pasir) menghasilkan perlakuan terbaik pada pertumbuhan tinggi tanaman yaitu 23,43 cm, jumlah anakan yaitu 0,70 dan berat basah yaitu 36,67 g. Respons petani terhadap pelaksanaan penyuluhan pengaruh jenis media tanam hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman seledri adalah efektif dengan hasil perhitungan pengetahuan 56,24 %, sikap 49,79 % dan keterampilan 56,46 %.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea, Sp) TERHADAP MUTU BUBUK KOPI Sugeng Mulyono; Vandalisna Vandalisna
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi (Coffea, Sp) sebagai bahan minuman yang sudah tidak asing lagi. Aromanya yang harum, rasanya yang khas nikmat, serta khasiatnya yang dapat memberikan rangsangan penyegaran badan membuat kopi cukup enak dilidah dan digemari banyak orang. Peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang dihasilkan sehingga mempengaruhi pengembangan produksi akhir kopi. Hal ini disebabkan, karena penanganan pasca panen yang tidak tepat. Pengolahan kopi sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi. Oleh karena itu, untuk memperoleh biji kopi yang bermutu baik maka diperlukan penanganan pasca panen yang tepat dengan melakukan setiap tahapan secara benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeraman biji kopi sangat berpengaruh terhadap mutu, dalam hal ini kadar air, kadar abu dan kandungan kafein. Perlakuan pemeraman 2 hari diperoleh kadar air 10,46%, kadar abu1,76% dan kandungan kafein 1,20%. Dengan demikian pemeraman 2 hari sudah mendekati Standar mutu Pertanian Indonesia (SPI) dan tingkat kecendrungan penurunan kadar air dari 0-1 hari 16,02%, 1-2 hari 12,51% dan 2-3 hari 9,58% kadar abu 1,64% dan kandungana kafein 0,94%. Untuk uji organoleptik terhadap tingkat aroma dan rasa menunjuikkan bahwa perlakuan 2 hari dan 3 hari menunjukkan hasil yang hampir sama. Perolehan skor didasarkan pada hasil penilaian yang diberikan panelis/responden. Untuk uji organoleptik terhadap tingkat aroma dan rasa pada penelitian ini digunakan 15 orang panelis.
PENERAPAN TEKNOLOGI PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA UNTUK PENGENDALIAN HAMA TERUNG Vandalisna Vandalisna; Sugeng Mulyono; Budi Putra
Jurnal Agrisistem Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v17i1.194

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani tentang penggunaan pestisida nabati daun pepaya untuk pengendalian hama pada tanaman terung dan menganalisis perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani dalam membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati daun pepaya sebagai pestisida alternatif terhadap pengendalian hama tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Bunga Tulip Kelurahan Bontoramba Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Berlangsung dari Bulan Februari sampai Juni 2019. Metode yang digunakan adalah demonstrasi plot dan metode survei. Metode demonstrasi plot dengan menggunakan dua perlakuan yaitu perlakuan 0,25 ml pestisida anorganik/liter air, yang digunakan = 800 ml (P1) dan 20 ml pestisida nabati daun pepaya/liter air, yang digunakan = 800 ml (P2). Aplikasi pestisida nabati daun papaya pada tanaman terung dapat mengendalikan hama tanaman terung secara efektif dengan dosis 20 ml/liter air, menekan intensitas serangan hama tanaman terung hasil perlakuan terbaik yaitu pestisida nabati daun pepaya (P2) dengan hasil berbeda nyata 0,76 % sedangkan pestisida anorganik (P1) 1,71%. Hal demikian karena pestisida nabati daun pepaya memiliki bahan aktif papain baik secara langsung maupun secara sistemik dapat mengurangi aktivitas hama dan bahkan hama akan mati. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilaksanakan evaluasi untuk mengetahui sejauhmana tingkat adopsi terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan petani tentang penerapan teknologi pestisida nabati daun pepaya untuk pengendalian hama terung. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukan respons petani terhadap pestisida nabati daun pepaya pada tanaman terung menunjukan peningkatkan pengetahuan 32,8%, sikap 33,7% dan keterampilan 33,5%. Pelaksanaan penyuluhan dinyatakan 69,7% berada pada kategori Efektif.
PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI KALANGAN MAHASISWA STPP GOWA Vandalisna Vandalisna
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan: a) mengetahui pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran di kalangan mahasiswa STPP Gowa, b) mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran, dan c) mengetahui dampak yang ditimbulkan dalam pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran. Penelitian di laksanakan di STPP Gowa, bulan April sampai Juni 2013. Penelitian bersifat lapangan (field research) yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Populasi adalah Mahasiswa STPP Gowa yang memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran. Jumlah populasi 286. Teknik pengambilan sampel yang digunakan “Proportionate Stratified Random Sampling”. Besarnya sampel dihitung menggunakan Tabel Krejcie dan Nomogram Hary King. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Internet menjadi pilihan alternatif pencarian informasi bagi mahasiswa selain perpustakaan karena internet sebagai pusat informasi bebas hambatan, 2) Faktor pendukung dalam pemanfaatan internet adalah fasilitas google sedangkan hambatan yang diterima oleh mahasiswa dalam penggunaan internet seperti koneksi sering terputus bahkan tidak tersambung, jaringan internet yang kurang bagus sehingga lambat looding, dan alamat web yang bisa terbuka terbatas serta jumlah pengguna internet banyakdan 3) Penggunaan internet memberikan kemudahan bagimahasiswa untuk memperoleh berbagai pengetahuan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, disamping itu penggunaan internet juga memudahkan mahasiswa untuk menjiplak karya orang lain, perusakan sistem melalui virus, penayangan pornografi dan bahkan kemudahan dalam melakukan agitasi.
RESPONS PETANI TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR RUMEN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae Var. Acephala) Vandalisna Vandalisna; Sugeng Mulyono; Budi Putra
Jurnal Agrisistem : Seri Sosek dan Penyuluhan Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v16i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan di lokasi Kelompoktani Paraikatte Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dari bulan April sampai dengan September 2018. Metode yang digunakan adalah pendekatan individu dan pendekatan kelompok dengan teknik diskusi dan demonstrasi cara. Materi penyuluhan yang disampaikan yaitu aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan. Hasil penyuluhan yang diperoleh dari inovasi yang telah disampaikan dimana perubahan pengetahuan petani mencapai 398 atau 79,6%, perubahan sikap sebesar 446 atau 89,2% dan keterampilan 444 atau 88,8% serta efektifitas hasil penyuluhan sebesar 71,15% berada pada tingkat efektif.