Pendidikan merupakan hak bagi seluruh generasi bangsa tanpa mengenal status ekonomi, sosial dan anak berkebutuhan khusus, sudah selayaknya pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan, namun fakta dipedalaman menunjukan bahwa keberadaan sekolah masih terbatas, dalam satu wilayah hanya ada satu sekolah formal dan sangat sulit mendapatkan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, oleh karena itu sekolah formal harus mampu menjadi sekolah inklusi bagi para anak berkebutuhan khusus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi-eksperiment design), dengan tujuan untuk mengungkapkan pengaruh dan perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah The One Group Pretest-Post test Design. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP N 38 Aceh Tengah. yang terdiri dari dua kelas. Kelas IIIb sebagai kelompok eksperimen sebanyak 35 siswa termasuk ABK dan kelas IIIc sebagai Kelompok Kontrol sebanyak 35 siswa termasuk ABK. Untuk pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan statistic uji t, dengan taraf signifikan 5% (= 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji t diperoleh nilai t-hasil 5.202 lebih tinggi daripada nilai ttabel 2.030 atau 5.202 <2.030 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen, kemudian nilai sig 0,00 berada dibawah nilai keritik (Alpa) 0.05 atau (0.00>0.05). Selain itu nilai rata-rata pada kelompok eksperimen memiliki penurunan angka pada prilaku bullying secara singnifikan sebanyak 14.30%, artinya metode role playing efektif dalam menguraingi perilaku bullying disekolah menengah pertama (SMP) negeri 38 Aceh Tengah.
Copyrights © 2022