Dalam konstruksi ada tiga sasaran yang harus dicapai yaitu ketepatan mutu, biaya dan waktu. Untuk mencapai ketepatan waktu, maka peran manajemen konstruksi sangat diperlukan. Seperti halnya Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu IAIN Pontianak yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya seperti keterlambatan dalam ketersediaan material dan kondisi cuaca yang tidak menentu dengan durasi yang direncanakan terlalu singkat sehingga proyek ini mengalami keterlambatan. Karena itu, penelitian ini dilakukan agar didapat perencanaan pelaksanaan yang optimal sehingga dapat dijadikan pedoman pelaksanaan pekerjaan agar keterlambatan dalam penyelesaian konstruksi dapat dihindari. Dalam penelitian ini menganalisa Rancangan Anggaran Biaya proyek berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan 2016 untuk mendapatkan jumlah kebutuhan tenaga kerja, material dan alat. Selanjutnya, membuat jaringan kerja dengan dasar perhitungan PDM untuk mengetahui lintasan kritis dari perencanaan pelaksanaan. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan durasi pelaksanaan selama 207 hari dengan jumlah kebutuhan sumber daya yang biayanya tidak melebihi anggaran biaya yaitu sebesar Rp 11.566.903.685. Selain itu terdapat lintasan kritis pada pekerjaan tangga (lantai 1 ke lantai 2, lantai 2 ke lantai 3, perpustakaan indoor ke outdoor, lantai 3 ke lantai 4, lantai 4 ke lantai 5, lantai 5 ke lantai 6, dan lantai 6 ke lantai 7).Kata kunci : Keterlambatan, Konstruksi, Perencanaan Pelaksanaan
Copyrights © 2021