Konflik tidak selalu harus dipersepsikan dengan sebuah menghancurkan atau merusak suatu sekolah. Secara seksama kehadiran konflik di sekolah ada yang merusak dan ada yang memberikan kekuatan baru bagi perubahan sekolah dan untuk orang-orang di dalamnya. Metode untuk mengetahui apakah konflik dapat merusak atau membangun dapat dilakukan melalui suatu studi analisis mendalam, dengan mengetahui terlebih dahulu apa penyebab terjadinya konflik, apa motif konflik, mengapa konflik bisa terjadi. Dari berbagai studi, konflik di sekolah disebabkan oleh kepala sekolah tidak transparan dalam pelaporan keuangan, arogan terhadap guru, siswa dan staf; membuat kebijakan sesuka hati; melakukan pengutan liar, dan guru melakukan kekerasan terhadap siswa pada saat jam pelajaran berlangsung. Konflik dapat membangun suatu sekolah, yaitu para personil sekolah mendorong konflik untuk dihadirkan sehingga pemimpin dapat menyadari bahwa di sekolah harus ada perubahan dalam manajemen kepemimpinan.
Copyrights © 2017