Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO

FUNGSI KALOSARA PADA MASYARAKAT TOLAKI DI DESA LALONGGASU KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Dimanto, Dimanto (Unknown)
Hadara, Ali (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2020

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan (a) Untuk mendeskripsikan fungsi Kalosara dalam adat perkawinan dikalagan masyarakat Tolaki, (b) Untuk menganalisis fungsi Kalosara dalam menyelesaikan konflik sosial pada masyarakat Tolaki Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (c) Untuk mendeskripsikan fungsi Kalosara dalam menyelesaikan sengketa lahan pada masyarakat Tolaki Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kebudayaan yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan etografi yang meliputi: (a) pengumpulan data di lapagan berupa wawancara dan penelitian kepustakaan degan mengkaji literatur yang sudah ada, (b) Sumber data melalui data primer dan data sekunder, (c) Teknik analisis data, data dianalisis secara kualitatif Setelah itu dilanjutkan degan penyajian data secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (a) Fungsi Kalosara dalam adat perkawinan di kalagan masyarakat Tolaki Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Kalosara merupakan media pemersatu bagi masyarakat Tolaki dalam hal upcara adat. Kalosara merupakan alat legitimasi atau alat pengesah dalam sebuah perkawianan. Dalam sebuah upacara perkawinan adat Tolaki tanpa dihadirkannya adat Kalosara maka perkawinan tersebut tidak dapat dilanjutkan dan dianggap tidak sah. (b) Fungsi Kalosara dalam menyelesaikan konflik sosial pada masyarakat Tolaki Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Kehadiran Kalosara merupakan landasan pertama dalam penyelesaian konflik. Oleh karena itu Kalosara difungsikan sebagai media komunikasi yang bersifat saling keterbukaan. Kalosara degan berbagai nilai-nilai dan kearifan lokalnya juga meruapakan alat dalam pemberian pemahaman, nasehat-nasehat, pembekalan bagi kedua bela pihak yang telah bertikai agar tetep tunduk dan taat terhadap keputusan yang akan diambil menggunakan benda adat Kalosara. (c) Fungsi Kalosara Dalam Penyelesaian Sengketa Lahan di Desa Lalonggasu Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. Kalosara merupakan simbol yang mengandung makna interaksi dan komunikasi dalam penyelesaian sengketa lahan degan melalui proses musyawarah dan pengambilan keputusan oleh tokoh adat melalui benda adat Kalosara yang tidak memberat sebelahkan salah satu pihak, serta disaksikan oleh pemerintah setempat, tokoh masyarakat yang hadir pada saat musyawarah. Dalam hal ini Kalosara berfungsi sebagai juru damai serta media pemersatu dalam peneyelesaian sengketa lahan pada masyarakat. Kata Kunci: Fungsi, Kalosara, Desa Lalonggasu

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

p_sejarah_uho

Publisher

Subject

Education Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO ...