Abstract : The milineal era is synonymous with modern culture that put great import on western culture instead of tradition. It is assumed that modern culture is considered more interesting than its opposite. Consequently, keeping up with modern culture is considered as prestige. Thus, it is encouraging to find the younger generation engaged in traditional culture, in this case the performing arts of reak (traditional dance using stuffed animals in form of lion) and kudarenggong (horsedance). The aims of this research is to explain what are the reasons behind the willingness of the younger generation to engage with traditional arts and secured their parents support. The study was conducted with qualitative research methods through interview. The results of the study show that the involvement of the younger generation in traditional arts is inseparable from environmental factors. Abstrak : Era milineal identik dengan budaya modern yang mengedepankan budaya yang berakar dari Barat, dan sebaliknya menafikan budaya yang berakar dari leluhurnya. Ditengarai bahwa budaya modern dianggap lebih menarik dan sebaliknya dengan budaya tradisional. Merapat pada budaya modern dianggap sebagai suatu prestise, dan sebaliknya dengan budaya tradisional. Apa pun sebabnya, menggembirakan ketika mendapati generasi muda menggeluti budaya tradisional, dalam hal ini seni reak dan kuda renggong. Melihat kenyataan itu, melalui penelitian ini ingin diketahui apa yang menjadi alasan generasi muda yang bersangkutan mau menggeluti seni tradisional dan apa alasan orang tua (bagi yang masih lajang) mendukung anaknya. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara untuk penggalian datanya dengan pemaparannya secara deskriptif. Hasil penelitian sekaligus menjadi kesimpulan penelitian ini bahwa keterlibatan generasi muda dalam seni tradisi tidak lepas dari faktor lingkungan.
Copyrights © 2019