Gaya geser horizontal merupakan beban gempa nominal statik ekuivalen yang terfokus pada pusat massa pada suatu tingkat lantai gedung. Dengan adanya struktur yang berbeda (jumlah tingkat dan bentang) pada suatu bangunan di wilayah rawan gempa akan menimbulkan beberapa keruntuhan struktur, sehingga menghasilkan perencanaan struktur yang berbeda pula. Analisa ini mampu menghasilkan dan memberikan gambaran keruntuhan struktur pada waktu terjadi gempa, seperti besarnya perpindahan, kondisi tegangan dan regangan element struktur saat beban rencana. Nilai perbandingan antara beban yang dihasilkan dari beban berfaktor dengan kekuatan yang tersedia (MU/MN) terbesar dihasilkan pada balok pertama lantai 2 dan 3 model M10 = 2,2 pada tinjauan tanah lunak, sedangkan nilai perbandingan (MU/MN) terkecil dihasilkan pada balok pertama lantai 10 model M10 = 0,34 pada tinjauan tanah keras. Hubungan tegangan regangan yang terjadi pada elemen struktur balok pada masing-masing model struktur secara keseluruhan menunjukkan hasil yang lebih besar daripada tegangan regangan yang diizinkan sesuai dengan asumsi awal. Nilai yang diperoleh dari hubungan tegangan regangan dari masing-masing balok pertama adalah ɛs= 0,00207, ɛy = 0,004415, nilai ini termasuk pada kondisi I, dimana ɛs ≥ ɛy. Elemen struktur balok dinyatakan hancur pada saat beban besar rencana terjadi dengan nilai regangan tekan baja tulangan ɛs, = 0,00218 (˃ ɛy = 0,002), artinya asumsi pada langkah awal telah benar.
Copyrights © 2015