Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penyiapan kurikulumpendidikan karakter, (2) mengkaji penyiapan guru pelajaran pendidikan karakter, (3)mengkaji pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter, dan (4) mengkaji evaluasikurikulum pendidikan karakter. Penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studimultikasus. Peneliti adalah instrumen utama. Teknik sampling adalah snowball sampling.Pengumpulan data menggunakan: wawancara mendalam, observasi-partisipan, danstudi dokumen. Subyek penelitian ini adalah Mantan Kasubdin SMP, Mantan KepalaSekolah, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Guru-guru SMP di Surakarta.Pengecekan keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Teknik analisis lintaskasus adalah constant-comparative model Glaser dan Strauss (1967). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa: (1) Penyiapan kurikulum pendidikan karkter menghasilkanperangkat pembelajaran. (2) Penyiapan guru berupa pengenalan materi dan pelatihanmetode pembelajaran pendidikan karakter, 3) Pelaksanaan pembelajaran pendidikankarakter meliputi: (a) tujuan pembelajaran: menanamkan nilai moral, membiasakanperilaku, dan mencegah perilaku tercela; (b) materi pembelajaran mencakup nilainilai:ketuhanan, diri sendiri, lingkungan sosial, dan spiritualitas; (c) metodepembelajaran: student-centered learning dan pembiasan; (d) sarana-prasarana danmedia pembelajaran: mushola, Lab. Budi Pekerti, kantin kejujuran, multi media, bahancetak, dan obyek fisik. (e) evaluasi pembelajaran: observasi, skala sikap, dan laporanwali kelas; (f) dampak pembelajaran bersifat individual dan institusional. (4) Evaluasikurikulum: (a) menjadi umpan balik untuk perbaikan kurikulum dan pelaksanaanpembelajaran, (b) menginformasikan adanya hambatan, dan (c). dinyatakan efektif.Menghilangnya monev dari Dikpora mengakibatkan bervariasinya penyelenggaraanPendidikan Karakter di sekolah.
Copyrights © 2019