Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat Mandar tentang sapaan Puang dan Daeng dan hubungan keakraban sapaan antara Puang dan Daeng. Jenis penelitian yang ini digunakan metode pelitian deskriptif kualitatif suatu metode yang berusaha menggambarkan situasi atau gejala yang terjadi dalam keadaan nyata. Hasil penelitian bahwa persepsi masyarakat mandar tentang sapaan Puang dan Daeng yaitu sapaan Puang diberikan kepada Keturunan pemangku hadat yang membantu raja dalam menjalankan roda pemerintahan pada masa kerajaan itulah yang dapat disapa Puang sedangkan sapaan Daeng yaitu orang yang dilantik menjadi Mara’dia (raja). Hubungan keakraban sapaan Puang dan Daeng yaitu hubungannya mulai renggang karena adanya perputaran roda pemerintahan dan menjadi faktor penyebab keakraban itu tidak harmonis dan tidak sejalan lagi karna adanya lapisan sosial yaitu ukuran kekayaan, kekuasaan dan wewenang, kehormatan dan ilmu pengetahuan tetapi masyarakat tetap menghormati kehadiran Puang dan daeng karna pernah terlibat langsung dalam pemerintahan pada masa kerajaan meski ukuran kekayaan, kekuasaan da wewenang, kehormatan, dan ilmu pengetahuan yang menjadi tolak ukur keakraban tersebut.
Copyrights © 2021