Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab anak usia 6 tahun sulit mengenal angka-angka dasar dan bagaimana cara mengatasinya. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan desain kasus tunggal (single case experiement) dengan pemberian intervensi yaitu pengenalan angka dengan media kartu dan pendampingan. Pelaksanaan intervensi dilakukan di rumah subjek selama 1 jam sebanyak 6 kali pertemuan. Hasil yang diperoleh selama 6 kali pertemuan subjek dapat mengenal simbol angka 1-10 namun untuk simbol belasan subjek masih cenderung salah penyebutannya dan subjek mebutuhkan konsentrasi untuk dapat mengingat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah subjek dapat lebih cepat mengenal angka dengan bantuan media dalam kegiatan belajarnya sehingga subjek dapat belajar dengan senang dan tidak merasa kesulitan.
Copyrights © 2021