Bustehouder ( BH ) adalah pakaian dalam wanita bentuknya kutang yang berfungsi untuk menopang payudara. Selain itu kutang juga memiliki fungsi estetis yaitu dapat memperbaiki bentuk penampilan buah dada dan badan bagian atas bagi wanita. Juga kup gaun/ kebaya atau bentuk pakaian luar yang digunakan. Model BH ada yang pendek, di atas pinggang atau pas digaris pinggang. Kutang menggunakan tali bahu untuk mengangkat mungkum. Ada juga BH yang tanpa tali bahu ( strapless) biasanya menggunakan penegak penyangga mungkum. Bustehouder/ BH dirasa wajib bagi perempuan dan anak gadis yang sudah memiliki tumbuh payudaranya. Sebenarnya memakai BH bermanfaat sekali melindungi payudara yaitu baik dari sisi estitika maupun darai sisi kesehatan. Antara lain; 1) membantu menyangga beban payudara sehingga tidak mengalami pergeraka-pergerakan yang keras yang menyebabkan rasa sakit. Hal ini dapat dirsakan ketika melakukan aktivitas berlari, meloncat, membungkuk seperti ketika berolahraga. 2) secara anatomi payudara tidak memiliki tulang namun terdiri dari jaringan-jaringan yang bersifat lembut, dengan posisi seperti menggelantung maka perlu sekali disediakan tempat penyangga yang baik yang memenuhi persyaratan. 3) agar fungsi BH maksimal bagi syarat estetika dan kesehatan maka perlu memilih ukuran yang pas terutama bagian mungkumnya. Dapat dilakukan dengan proses fitting ketika akan membeli BH. 4) untuk alasan kesopanan di Indonesia khususnya BH dapat menyamarkan lekuk-lekuk asli payudara yang memberikan kesan seksi, menonjolkan bentuk aurat. 5) pemakaian BH akan mengganggu kesehatan apabila; a) ukuran terlalu sempit. b) kebersihan kurang terjaga, karena pakaian ini akan melekat langsung pada tubuh maka keringat jelas akan lekatdan dapat menimbulkan jamur.c) adanya pengaik atau penyangga yang menonjol/ keluar menyentuh ke kulit.
Copyrights © 2019