Proses pembelajaran sains di era 4.0 bagi generasi Y dan Z membutuhkan perhatian khusus mengingat kedua generasi ini memiliki karakteristik yang relatif berbeda dengan generasi sebelumnya. Kedua generasi ini memiliki kehidupan yang sangat akrab dengan teknologi namun kurang dalam hal bersosialisasi. Pembelajaran sains di era 4.0 tidak boleh hanya menekankan pada aspek pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup di abad 21. Hal ini sebagaimana hakikat sains itu sendiri yang meliputi produk, proses, dan pendekatan nilai, sikap, serta keterampilan. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjadi guru sains di Era 4.0 bagi generasi Y dan Z di antaranya: (a) menerapkan pembelajaran sains berpendekatan saintifik, (b) mengupayakan pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), (c) mengembangkan pembelajaran berbasis teori multiple intelligences, (d) mengkolaborasikan pembelajaran dengan teknologi informasi, dan (e) mengintegrasikan pembentukan karakter dalam proses pembelajatan. Selain itu, guru sains era 4.0 juga harus memiliki kompetensi berikut, di antaranya: (a) educational competence, (b) competence for technological commercialization, (c) competence in globalization, (d) competence in future strategies, dan (e) conselor competence, Penerapan pembelajaran dan penguasaan kompetensi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi Y dan Z.
Copyrights © 2021