Abstract - Klaten, is one of the regencies in Central Java that has been known for producing lurik woven cloth ATBM (Non-Machine Weaving Equipment) for decades. Even now Klaten is still known as a producer of traditional lurik. However, with the onslaught of the era and the rise of the textile industry with modern technology, the reputation of Klaten lurik weaving has declined starting in 2016. Until now, there are still many groups of artisans who have survived by making many efforts and innovations in lurik products. It is predicted that the reach of marketing that has been digitalized is able to reach all parties, so it is hoped that the potential of Klaten as a producer of ATBM lurik can be explored maximally. This research is an exploratory study to assess Instagram as one of the potential digital marketing platforms that may be used by ATBM lurik craftsmen. The research method used was qualitative, field observations were made to the group of ATBM lurik woven fabric craftsmen in Klaten Pedan and interviews with local village officials. The results obtained by the time constraints of the craftsmen make Instagram a solution in marketing digital ATBM woven fabrics. As a business profile, centralizing through hashtags, making marketing content easily, and communication facilities through comments and direct messages become an Instagram role felt by craftsmen.Keywords: Lurik, Klaten, Pedan Village, Digital Marketing, Instagram, ATBM Abstrak - Klaten, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sudah sejak puluhan tahun dikenal sebagai penghasil kain tenun lurik ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Saat inipun Klaten masih dikenal sebagai penghasil lurik tradisional. Namun dengan gempuran jaman dan maraknya industri tekstil dengan teknologi yang modern membuat pamor tenun lurik Klaten menurun mulai tahun 2016. Sampai saat ini masih banyak kelompok pengrajin yang bertahan dengan melakukan banyak upaya dan inovasi produk luriknya. Daya jangkau pemasaran yang sudah terdigitalisasi diprediksi mampu menjangkau semua pihak, sehingga diharapkan potensi Klaten sebagai penghasil tenun lurik ATBM dapat maksimal tereksplorasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi untuk menilai Instagram sebagai salah satu platform pemasaran digital yang potensial yang mungkin dapat digunakan oleh pengrajin lurik ATBM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, pengamatan lapangan dilakukan kepada kelompok pengrajin kain tenun lurik ATBM di Pedan Klaten serta wawancara kepada perangkat desa setempat. Hasil yang didapatkan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh pengrajin membuat Instagram menjadi salah satu solusi dalam melakukan pemasaran digital kain tenun ATBM. Sebagai profil bisnis, pemusatan melalui tagar, membuat konten pemasaran dengan mudah, dan fasilitas komunikasi melalui komentar dan direct message menjadi peran Instagram yang dirasakan oleh pengrajin.Kata kunci : tenun lurik, klaten, desa pedan, pemasaran digital, instagram, atbm
Copyrights © 2019