Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro (sertifikat bank Indonesia syariah, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, jumlah uang yang beredar, dan indeks harga saham gabungan) terhadap nilai aktiva bersih (NAB) reksadana saham syariah. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari lima produk reksadana saham syariah dengan total NAB terlengkap yaitu Trim Syariah Saham, CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah, Mandiri Investa Atraktif Syariah, Cipta Syariah Equity, dan Manulife Syariah Sektoral Amanah selama periode 2013 hingga 2016. Alat analisis yang digunakan adalah metode analisis data panel model Fixed Effect (FEM). Hasil penelitian menunjukkan variabel tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, IHSG, dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap NAB reksadana saham syariah. Variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap NAB reksadana saham syariah adalah SBIS.
Copyrights © 2020