ABSTRACT Borneo forests have a variety of land cover, one located in South Borneo precisely in Mandiangin Education forest, where it’s based on land cover map that has a wide variety of land cover. Stand density that varies on each land cover will trigger existing different biomass in surface soils. Aboveground biomass is an energy that produced from all organic plants, such as roots, trunk, branches, flowers, fruits, seeds and leaves that have fallen. Aboveground biomass is a very important research, because the plants require a lot of nutrients, for life and growth. The purpose of this study is to determine the number of aboveground biomass production in various Mandiangin KHDTK land cover. The research methods is to sampling the litter and undergrowth up process in a laboratory oven. The data that being analysed is using Biomass Formula. The highest litter biomass production are land cover old coppice with production of 0, 333 tons/ha and biomass production smallest litter found on open land and shrubs that do not have a litter biomass production of 0,000 tons/ha. The lower biomass production plant is located on land cover bush and open land with biomass production amounted to 0,619 tons/ha and 0,468 tons/ha, the production of plant biomass under the smallest are in the old coppice land cover with a production of 0,046 tons/ha. Keywords: Land Cover; Ground Biomass Production; litter and undergrowth. ABSTRAK. Hutan kalimantan memiliki berbagai tutupan lahan yang bervariasi, salah satunya terdapat di Kalimantan selatan tepatnya pada hutan Pendidikan mandiangin, dimana di hutan Pendidikan mandiangin berdasarkan peta tutupan lahan mempunyai berbagai atau ragam variasi tutupan lahan. Kerapatan tegakan yang bervariasi pada setiap tutupan lahan akan memicu variasi biomassa yang ada di permukaan tanah. Biomassa permukaan tanah merupakan suatu energi yang dihasilkan dari semua bahan organik dari tumbuhan, mulai dari akar, batang, cabang, bunga, buah, biji dan daun yang telah gugur. Biomassa permukaan tanah ini sangat penting untuk dilakukan penelitian, karena tumbuhan memerlukan banyak unsur hara, untuk hidup dan pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar produksi biomassa permukaan tanah diberbagai tutupan lahan KHDTK Mandiangin. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengambilan sampel seresah dan tumbuhan bawah sampai proses pengovenan di laboratorium. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Rumus Biomassa. Produksi biomassa seresah terbesar terdapat pada tutupan lahan belukar tua dengan produksi sebesar 0, 333 ton/ha dan produksi biomassa seresah terkecil terkecil terdapat pada lahan terbuka dan semak yang tidak mempunyai produksi biomassa seresah 0,000 ton/ha. Produksi biomassa tumbuhan bawah terbesar berada pada tutupan lahan semak dan lahan terbuka dengan produksi biomassa sebesar 0,619 ton/ha dan 0,468 ton/ha, produksi biomassa tumbuhan bawah terkecil berada pada tutupan lahan belukar tua dengan produksi sebesar 0,046 ton/ha. Kata Kunci: Tutupan Lahan; Produksi Biomassa Permukaan Tanah; Seresah dan Tumbuhan Bawah
Copyrights © 2019