Dalam penelitian sastra Arab, selain dari kritik melalui unsurintrinsik, teks dapat juga diteliti berdasarkan ekstrinsiknya. Salah satunyateori sosiologi sastra, menyoroti konteks keberadaan teks atau diistilahkanal-bi’ah. Diperkuat oleh gagasan Hanna al-Fakhuri, terdapat beberapalingkungan yang mempengaruhi sastrawan, meliputi al-bi’ah al-ijtima‘iyyah(latar sosial), al-bi’ah al-mu‘ashiyah (latar kehidupan), al-bi’ah al-siyasah(latar politik), dan al-bi’ah al-thaqafiyyah (latar kebudayaan). Meskipundemikian, berbeda dengan pendapat Ibrahim Chinade Sanusi (2012),pendukung teori struktural murni, menurutnya teks sastra merupakanproduk bahasa dan tidak ada kaitannya dengan penulis, keadaan sosialmaupun pembaca. Dengan bantuan linguistik, khususnya pada teoristruktural, dianggapnya cukup untuk memahami konteks sosial teks.
Copyrights © 2017