PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)

TRADISI SEBAMBANGAN (LARIAN) PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN

Siti Sopiah Arafah (Unknown)
Iskandar Syah (Unknown)
Suparman Arif (Unknown)
Maskun Maskun (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Feb 2014

Abstract

Sebambangan (Larian) is a way of escape marriage with the girl who would marry with the consent of the girl to avoid customs procedures are considered too protracted.The aims of the research to know how Sebambangan(Larian) implementation process on indigenous peoples Pepadun in Lampung Regency Village Srimenanti Waykanan.The method in this research is deskriptif method.Data analysis technique used is qualitative data.The results of this research is implamantation proces Sebambangan is Preparation Sebambangan first man and girl have a relationship(dating),Meranai give something to Muli (Bekadu) and expressed his intention to Muli(Meset) to married.If want Sebambangan before Sebambangan Muli Meranai should determine the timing of the previous Sebambangan and make Tengepik(money and mandate) made by Meranai which will be submitted to the Muli and placed in room.Process Sebambangan.Sebambangan Settlement the settlement parties Muli Meranai coming home party for Pemandai or ngatak salah(rope relaxants). Sebambangan(Larian) merupakan perkawinan dengan cara melarikan gadis yang akan dinikahi dengan persetujuan gadis tersebut untuk menghindarkan diri dari tata cara adat yang dianggap terlalu berlarut-larut.Penelitian ini bertujuan mengetahui Bagaimanakah Proses pelaksanaan Sebambangan(Larian) pada masyarakat adat Lampung Pepadun di Kampung Srimenanti Kabupaten Waykanan.Metode yang digunakan metode deskriptif.Teknik analisis data yang digunakan analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini proses pelakasanaan Sebambangan terdiri Persiapan Sebambangan  terlebih dahulu bujang gadis memiliki hubungan(pacaran),Meranai memberikan sesuatu kepada Muli Bekadu) dan menyampaikan niatnya pada Muli(Meset) untuk meminang nya.Jika ingin sebambangan sebelum Sebambangan Muli Meranai tersebut harus menentukan waktu dilakukannya Sebambangan dan harus membuat Tengepik(uang dan surat) yang dibuat oleh Meranai yang akan diserahkan kepada Muli dan diletakan dikamar Muli.Proses Sebambangan. Penyelesaian Sebambangan,dalam penyelesaian ini pihak Meranai datang kerumah pihak Muli untuk Pemandai atau ngatak salah(tali pengendur). Kata kunci : meranai, muli, tradisi sebambangan

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

PES

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) adalah blind and peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari disiplin ilmu Pendidikan Sejarah. Artikel-artikel yang dipublikasikan di PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) meliputi hasil penelitian. PESAGI ...