Dilatarbelakangi oleh berbagai peristiwa yang mengindikasikan rendahnya kekohesifan keluarga, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan kombinasi strategi empty chair dan reframing dalam meningkatkan kekohesifan keluarga siswa. Kombinasi strategi empty chair dan reframing adalah teknik konseling yang dilakukan dengan cara mendorong konseli untuk mengungkapkan pengalaman-pengalaman negatifnya berkenaan dengan keluarga melalui permainan “kursi kosong” (empty chair) dan kemudian mengidentifikasi alternatif-alternatif dan memodifikasinya dengan hal-hal positif (reframing). Dengan melibatkan enam siswa kelas VIII pada sebuah SMP Negeri di Taman Sidoarjo yang kekohesifan keluarganya sangat rendah (disconnected), penelitian ini dilakukan dengan metode single-subject desain A-B. Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan kombinasi strategi empty chair dan reframing secara umum efektif dalam meningkatkan kekohesifan keluarga siswa. Bila dilihat per aspek, ditemukan bahwa kombinasi dua strategi tersebut efektif dalam meningkatkan semua aspek kekohesifan keluarga pada empat subjek penelitian, namun kurang efektif dalam meningkatkan aspek waktu (time) dan keterbatasan (boundaries) pada dua subjek penelitian.
Copyrights © 2016