Transformasi elemen arsitektur tradisional merupakan salah satu cara untuk melestarikan keberlanjutan tradisi arsitektur dalam idiom dan tampilan yang kontemporer sesuai dengan kebutuhan, material, dan teknologi saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan elemen arsitektur tradisional jawa untuk digunakan sebagai konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yang dilengkapi dengan gambaran visual proses perubahan elemen arsitektur kedalam tampilan yang baru. Elemen-elemen arsitektur jawa didapatkan dari jurnal-jurnal nasional yang membahas topik arsitektur tradisional jawa. Pendekatan analisis yang digunakan adalah teori vernakular kontemporer terkait Re-Interpreting Tradition (interpretasi kembali tradisi) yaitu menggunakan idiom kontemporer untuk mengubah elemen tradisi dengan cara yang baru. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen arsitekur tradisional jawa yang dapat ditransformasikan pada konsep desain Balai RW 7 Kelurahan Merjosari yaitu elemen atap rumah, tatanan ruang, orientasi bangunan, ornamentasi, material, dan konstruksi bangunan yang dianggap unik. Keseluruhan elemen tersebut dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan, fungsi, dan aktivitas objek yang akan dirancang untuk kemudian divisualkan perubahannya dalam tampilan yang kontemporer.
Copyrights © 2021