Sistem pemeliharaan pada PT Perkebunan Sentool Zidam V/Brawijaya yaitu breakdown maintenance. Proses produksi sering mengalami gangguan akibat kerusakan mesin dan rendahnya efisiensi perawatan. Peningkatan efisiensi perawatan dapat dilakukan dengan pemetaan aliran nilai pemeliharaan (MVSM) dan metode Reilability Centered Maintenance (RCM). Aktivitas pemeliharaan menggunakan metode RCM merumuskan jadwal pergantian optimal pada komponen V-Belt yaitu 437,4 hari (V-Belt penghantar daya ke penggerak), 527,386906 hari (V-Belt penghantar daya ke mesin finishing), 557,73 hari (V-Belt penghantar daya ke mesin penghancur), 557,73 hari (V-Belt transmisi penghantar daya ke mesin six in one), dan 500,05 hari (V-Belt transmisi penghantar daya ke mesin GT). Aliran pemeliharaan mesin dengan metode MVSM memberikan dampak positif dengan meningkatnya efisiensi perawatan mesin menjadi 36,43%. Hasil penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi yaitu penerapan 5S, perbaikan standart operational procedure (SOP), pelatihan dan pembinaan tenaga kerja, serta pembelian suku cadang sebelum terjadi kerusakan.
Copyrights © 2020