AbstractCommunity volunteer or cadres’s involvement on delivering the important of nutritional support in blocking the rapid development of HIV is very beneficial for those with HIV/AIDS. However, most cadres did not have enough knowledge about the nutritional support. This activity aimed to provide capacity building for the cadres related on nutritional support of HIV patients. This activity conducted in April 2018. About nine cadres from Yayasan Putri Mandiri were involved. Good cooperation made this activity possible to happen. This activity comprise from 15 minutes delivering power point and discussion while 15 minutes for administration of pre and post test to check for the effectiveness of the activity. Structured questionnaire contains inquires for duration of work, level of education, ages, experience of the same training were distributed together with the pretest. Result shows that there is no significant different between the knowledge score of the cadre at pre and post test. However, there is a tendency that improvement of knowledge scores among the cadres. Further intensive training is needed to enable the cadres to give good eating patterns.                                                                                                    Keywords: cadres, HIV/AIDS, nutritional support AbstrakPeran kader dalam menyampaikan pentingnya peran gizi dalam menghambat cepatnya perkembangan stadium HIV akan sangat berguna bagi penderita. Akan tetapi tidak semua kader memilik pengetahuan yang cukup mengenai peran gizi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan capacity building terkait peran gizi pada HIV bagi kader dengan sasaran penderita atau orang yang beresiko tinggi HIV. Kegiatan ini dilakukan pada bulan April 2018. Terlibat sembilan orang kader dari Yayasan Putri Mandiri. Kerjasama yang baik membuat terlaksananya kegiatan capacity building ini. Kegiatan ini berupa penyampaian materi tentang kaitan/peran gizi pada HIV melalu media power point, diskusi/tanya jawab selama 15 menit. Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, selama sekitar 15 menit peserta diminta mengisi kuesioner yang berisi karakteristik dan pertanyaan pre dan post test. Pertanyaan pre dan post test terdiri dari enam pertanyaan tentang HIV dan gizi. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh lima mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata antara pengetahuan peserta saat pretest dan post test, data menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan peserta tentang peran gizi terhadap HIV. Perlu tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan lebih detail tentang pola makan yang baik bagi kader. Kata kunci: kader, HIV/AIDS, peran gizi
Copyrights © 2018