Asam laktat merupakan produk hasil penggunaan sistem energi anaerobik dan merupakan salah satu faktor yang menentukan kelelahan karena akumulasi asam laktat dalam otot dikaitkan dengan kelelahan otot. Futsal merupakan jenis olahraga yang menggunakan energi secara anaerobik dan aerobik, dan metode RAST (Running-based Anaerobic Sprint Test) adalah salah satu tes untuk mengukur kemampuan daya tahan anaerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh RAST terhadap perubahan denyut jantung dan kadar asam laktat yang mengacu pada penggunaan energi anaerobik. Jumlah sampel sebesar 24 orang diikutkan dalam penelitian. Hasil penelitian didapatkan rerat berat badan sebesar 58,33 kg, rerata tinggi badan 168,08 cm, dan rerata IMT 17,73 kg/m2. Terdapat peningkatan denyut jantung yang bermakna (p0,001) pada setelah RAST (rerata 137,29±18,59 kali/menit), dibandingkan sebelum RAST (rerata 74,29±10,84 kali/menit). Terdapat penurunan kadar asam laktat yang bermakna pada 30 menit setelah RAST (rerata 2,08±1,40 mmol/L), dibandingkan 5 menit setelah RAST (rerata 6,18±2,09 mmol/L). Hal ini menunjukkan kemampuan pemulihan atlet futsal FIK UNJ setelah melakukan uji RAST tergolong cukup baik.Kata Kunci: Asam laktat, Atlet Futsal, Denyut Jantung, RAST (Running-based Anaerobic Sprint Test).
Copyrights © 2021