Infeksi traktus genitalis pria dapat menyebabkan infiltrasi lekosit ke saluran reproduksi pria dengan akibat terjadinya penurunan motilitas dan vitalitas sperma. Lekosit yang mengkontaminasi semen dapat secara potensial merusak spermatozoa melalui substansi toksik seperti Reactive Oxygen Species (ROS) yang berkaitan dengan fagositosis. Produksi ROS yang tinggi berhubungan dengan gangguan fertilitas pria sebab ROS dapat menyebabkan peroksidasi membran plasma spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan motilitas dan vitalitas spenna dengan kadar Reactive oxygen species (ROS) pada inkubasi sperma dengan granulosit secara in vitro. Sampel penelitian ini spermatozoa normal menurut kriteria WHO (1999) yang diperoleh dari 16 pria donor. Sperma dipreparasi menggunakan sil select plus. Granulosit diperoleh dari darah donor yang diisolasi menggunakan Histopaque 1077 dan 1119. Dilakulcan inkubasi sperma dengan granulosit selama 3 jam. Pengamatan motilitas dan vitalitas menggunakan mikroskop. Pada pengamatan ROS, dilakukan stirnulasi dengan peroksidase dan PMA. Pengukuran kadar ROS dilakukan dengan rnetode khemiluminence menggunakan slat beta counter. Data yang diperoleh dianalis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian ini adalah, pada sperms: ada hubungan berbanding terbalik antara motilitas sperma kategori a+b dengan kadar ROS spenna baik yang distimulasi peroksidase ( r = - 0,884, p = 0,000) xnaupun yang distirmiimci dengan PMA ( r = -0,964, p = 0,000 ). Vitalitas sperma dengan ROS sperma yang distimulasi peroksidase ada hubungan berbanding terbalik ( r = - 0,826, p = 0,000), demildan juga dengan yang distimulasi PMA ( r = - 0,916, p = 0,000). Pada inkubasi sperma dengan granulosit juga ada hubungan berbanding terbalik antara motilitas sperma kategori a+b dengan kndar ROS sperma yang diinkubasi dengan granulosit baik yang distimptasi peroksidase (r = - 0, 827, p= 0,000) rnaupun yang distimulasi PMA ( r = - 0,768, p = 0,000 ). Vitalitas spenna pada spenna yang diinkubasi dengan granulosit juga ada hubungan berbanding terbalik dengan ROS sperms yang diinkubasi dengan granulosit, balk yang distimulasi peroksidase ( r = - 0,954, p = 0,000) maupun yang distimulasi PMA (r = - 0,874, p = 0,000). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan Kadar ROS yang tinggi pada inkubasi sperma dengan granulosit akibat terjadinya respiratory burst yang mengakibatkan terjadinya penurunan motilitas dan vitalitas sperma.
Copyrights © 2012