Masyarakat transmigran umumnya sudah memiliki ternak sapi yang digunakan sebagai ternak kerja untuk membantu kegiatan pertanian mereka sehari-hari. Namun cara budidaya dan pemeliharaan yang dilakukan masih bersifat tradisional sehingga hasil diperoleh belum memuaskan, baik dari segi pertambahan bobot badan maupun harga jual ternak yang dihasilkan. Dari segi pemeliharaan dan pemberian pakan, petani masih mengandalkan mencari hijauan makanan ternak pada areal yang tidak digarap yang banyak ditumbuhi rumput alam, terkadang hanya diberikan sisa hijauan hasil pertanian. Kegiatan penerapan ipteks ini dilaksanakan di Desa Cialam Jaya Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Metode pendekatan kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara : (1) ceramah dan diskusi mengenai teknologi intensifikasi ternak kerja, (2) demonstrasi dan pembimbingan pemilihan bibit, cara budidaya, pemeliharaan, pencegahan penyakit dan pengolahan hasil, (3) ceramah dan diskusi tentang pemanfaatan sisa hasil pertanian sebagai pakan ternak dan pengolahan kotoran ternak menjadi kompos. Materi penyuluhan yang disajikan mendapat respon positif dan cukup memuaskan dari para peserta mengingat selama ini belum pernah dilakukan kegiatan serupa. Umumnya para peserta ingin mengadopsi materi pelatihan dan sangat aktif dalam demonstrasi teknik intensifikasi ternak kerja. Disimpulkan bahwa para khalayak sasaran yang terdiri dari para masyarakat di Desa Cialam Jaya sangat tertarik dan proaktif dalam kegiatan pelatihan/bimbingan penerapan intensifikasi ternak kerja. Para peserta pelatihan berkeinginan agar desa mereka dijadikan desa binaan Universitas Halu Oleo dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Copyrights © 2021