Upaya penyelamatan tanaman kecondang yang masih tumbuh liar, merupakan langkah awal untuk mendeskripsi potensi jenis berbagai kecondang yang tersebar di pulau Seribu. Takka(Kecondang) membutuhkan kondisi ekologi tertentu untuk pertumbuhannya sehingga diperlukan anlisis ekologi untuk takka (Kecondang) di wilayah Pulau Seribu.Dari penelitian ini nanti akan disimpulkan disimpulkan bahwa 26 hibrida harapan cabai koleksi Peneliti UNAS dapat dikelompokkan menjadi berapa kelompok dan berapa besarnya tingkat kemiripannya. Diharapkan juga setiap gerombol memiliki karakteristik yang berbeda. Penggerombolan direncanakan berdasarkan : warna batang warna daun warna tangkai sari Posisi bunga, warna mahkota bunga, warna tangkai sari, warna buah fase intermediet, panjang buah, bentuk ujung buah dan diduga memiliki nilai korelasi yang besar dan positif dengan kadar capsaicin. Berdasarkan hasil penelitian umbi kecondang dimanfaatkan oleh masyarakat di p. kangean tepungnya untuk dikonsumsi sendiri tidak diperjual belikan dan kecamatan Sumenep sudah dibudidayakan, dan tepungnya untuk dikonsumsi sendiri, kadangkala dijual dengan harga Rp 5000, sampai rp 7000,- jika tetangga desanya membutuhkan pada saat akan lebaran dan pesta. Kandungan karbohidrat Tacca cukup tinggi mencapai 90%,sedangkan kandungan proksimatnya seperti protein mencapai 1.1-1.5 %, lemak mencapai 0.08-0.10 %, bila dibanduingkan kandungan karbohidratnya dengan sorghum hanya 73%, jagung 72.4 %, singkong 37.4 %, kedelai 30.1%. kecondang selain kandungan karbohidratnya tinggijuga kandungan mineral Kaliumnya tinggi mencapai 904.86-966.74 mg/100g.
Copyrights © 2021