Bimbingan belajar merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bantuan kepada para peserta didik sehingga dapat menghasilkan hasil belajar yang lebih optimal dilembaga mereka menuntut ilmu. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan tujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar siswa yang mendapatkan bimbingan secara daring maupun luring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Subjek penelitian ialah seluruh siswa Kelas IV SD Inpres Kobelete berjumlah 10 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu data pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat bimbingan belajar di rumah dengan pembelajaran berbasis penugasan. Metode pembelajaran konvensional (tatap muka) pada bimbingan belajar dianggap lebih baik oleh siswa daripada pembelajaran berbasis penugasan karena lebih mudah memahami materi serta adanya interaksi dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase ketuntasan belajar siswa dengan rata-rata kelas 73 dapat mencapai presentase ketuntasan belajar sebesar 60%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kuantitatif keberhasilan pelaksanaan bimbingan belajar pada mata pelajaran tematik di SD Inpres Kobelete di masa pandemi ini dinyatakan berhasil.
Copyrights © 2021