Akibat pandemi Covid-19, masyarakat tidak hanya mengalami krisis kesehatan tetapi juga krisis ekonomi. Perusahaan, bisnis hotel,dan restoran tutup sehingga permintaan produk pertanian turun akibatnya harga turun. Petani cabe di desa Bocek kecamatan Karangploso, mengalami penurunan harga yang drastis sehingga mengalami kerugian. Pengolahan cabe menjadi Cabe Kering diharapkan akan meningkatkan nilai tambah (value added), oleh karena itu tujuan penelitian : 1) menghitung keuntungan petani. 2) menghitung nilai tambah produk cabe kering. Analisis usahatani dan nilai tambah digunakan untuk menganalisis permasalahan yang ada. Rata-rata pendapatan kotor petani cabe adalah Rp. 40.000.000/ha, biaya produksi sebesar 24.295.000/ha dan penerimaan bersih rata-rata sebesar Rp. 15.705.000/hektar/tahun. Jika dibagi dalam setahun rata-rata penerimaan bersih petani cabe sebesar Rp.1.308.000,-/bulan. Hasil analisis nilai tambah dari cabe basah ke cabe kering glondongan adalah Rp. 10.040, artinya setiap kilogram harga cabe basah akan ditambahkan Rp. 10.040,/kg apabila diolah menjadi cabe kering dan ini akan sangat mensejahterakan petani cabe. Perlu upaya untuk mengajak petani mengolah hasil panennya menjadi produk olahan.
Copyrights © 2020