Belajar adalah proses membangun pengetahuan seseorang melalui kegiatan. Salah satu proses membangun pengetahuan adalah berhitung. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kelainan mental dan memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata serta memiliki kemampuan intelektual lemah dibandingkan dengan anak lainnya. Sehingga memerlukan suatu media pembelajaran yang sesuai sebagai upaya peningkatan pengetahuan berhitungnya. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media audio dan visual atau media video. Banyaknya media audio visual yang dapat diakses saat ini, sangat membantu kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 7 responden anak-anak tunagrahita di SLB N Angkola Timur dengan melibatkan guru pengajarnya. Responden diambil secara acak, dengan perbandingan responden yang digunakan adalah 57.1% responden yang sudah mengenal angka dan 42.9% responden belum mengenal angka. Hasilnya seluruh responden sangat tertarik melihat video pembelajaran mengenal angka. Serta terjadi kenaikan yang signifikan terhadap responden. Adapun indikator keberhasilan dilihat dari kecepatan menyebutkan angka, kemampuan menyebut angka dan kemampuan mengingat angka.
Copyrights © 2022