Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak pembelajaran virtual sebagai tindakan pencegahan COVID-19 di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan dasar metode kualitatif dengan studi pustaka dari beberapa sumber, baik cetak maupun elektronik, serta jurnal ilmiah yang terakreditasi. Kriteria artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel yang menggambarkan pembelajaran virtual pada mahasiswa dan memiliki bagian yang lengkap. Mekanisme pencarian menggunakan database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “dampak COVID-19 pada perguruan tinggi” dan “pembelajaran virtual”. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik dokumentasi, yang dapat berupa risalah, surat kabar, esai, karya ilmiah, literatur atau artikel jurnal. Uji validitas yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber data. Analisis studi pustaka dengan 4 tahapan yaitu dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menampilkan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah; (1) pembelajaran berbasis virtual diyakini menjadi salah satu kunci bagi perguruan tinggi untuk bangkit dari krisis pandemi yang berkepanjangan, (2) pembelajaran virtual berbasis Model Pembelajaran Online (OLM) dapat meningkatkan daya serap materi mahasiswa terhadap materi kuliah dengan peningkatan persentase mencapai lebih dari 81% dibandingkan hanya menggunakan model pembelajaran tatap muka, (3) pembelajaran virtual juga memiliki kekurangan, pertama, keterbatasan penguasaan teknologi oleh pendidik dan peserta; kedua, sarana dan prasarana yang belum memadai; ketiga, akses internet yang terbatas dan tidak merata; keempat, penyediaan anggaran yang tidak memadai; Kelima, jika dilihat dari sisi mahasiswa, kegiatan perkuliahan berbasis online ini akan membebani pengeluaran kuota mahasiswa dan pada akhirnya terdapat kerugian peserta didik dalam proses penilaian.
Copyrights © 2021