Biaya pelayanan kesehatan, khususnya biaya obat, telah meningkat beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah obat gastritis. Tingkat kejadian penyakit gastritis di Indonesia adalah 40, 8%, dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Banyak masyarakat membutuhkan obat-obat yang lebih ekonomis dan efisien, sehingga dibuat suatu analisis yaitu analisis farmakoekonomi yang menggambarkan dan menganalisa biaya obat untuk sistem perawatan kesehatan. Salah satunya adalah CMA (Cost-Minimization Analysis) dimana metode ini digunakan untuk mengetahui atau membandingkan dua atau lebih terapi yang memiliki biaya paling minimal dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel pada penelitian ini terdapat 15 kasus pada periode 2017. Obat gastritis yang paling sering digunakan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yaitu ranitidine dan pantoprazol dimana 5 kasus yang menggunakan terapi ranitidine dan 10 kasus yang menggunakan terapi pantoprazole. Hasil penelitian menunjukkan obat Ranitidin memiliki biaya paling minimal yaitu sebesar Rp.5.200.079,- dibandingkan dengan Pantoprazol sebesar Rp.14.256.345,-.
Copyrights © 2018