Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya E-Modul, ketidakpahaman siswa dalam menguasai konsep listrik statis, kesulitan siswa dalam operasi hitung seperti menyederhanakan pecahan mengubah satuan CGS menjadi KGS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan E-Modul ditinjau dari tingkat validitas, kepraktisan dan efektivitas penggunaan E-Modul. Teknik Pengumpulan data berupa angket dan tes hasil belajar. Analisis data ini dilakukan pada tahap pendahuluan, saat pengembangan E-Modul ajar, analisis data pada tahap validasi, evaluasi, dan revisi E-Modul, serta pada tahap implementasi E-Modul ajar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa hasil penilaian kelayakan kualitas E-Modul listrik statis berbasis kontekstual dikatakan valid dan memenuhi kriteria sangat baik dengar capaian adalah 84,83% (Sangat Baik). Untuk uji kepraktisan E-Modul yang dikembangkan. Hasil angket yang telah diisi oleh 31 siswa tersebut mendapatkan rata-rata skor 32,3% dengan kategori praktis. Selanjutnya efektivitas E-Modul berdasarkan hasil belajar siswa diambil dari nilai tes kemudian hasil dari skor akumulasi dianalisa diperoleh nilai N-GAIN sebesar 0,75 dengan kategori peningkatan tinggi, berdasarkan uji hipotesis efektivitas dengan t tabel dengan dk= n – 1 = 31 – 1= 30 dengan α < 0,1 maka thitung> ttabel yakni 1,988 > 1,650 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Setelah ujian tes terdiri 10 soal. Dengan demikian E-Modul listrik statis berbasis kontekstual sudah dapat dikatakan valid, praktis dan efektif.
Copyrights © 2021