Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana relevansi teknologi resolusi konflik Rasulullah SAW terhadap konflik yang tidak kunjung usai di Thailand Selatan. Dalam menganalisa persoalan di atas, pendekatan critical reading dianggap cocok karena bisa memberikan ruang elaborasi yang luasterhadap aspek kajian. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi resolusi konflik yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW ternyata bisa diterapkan di zaman kontemporer untuk menyelesaikan suatu konflik. Teknologi resolusi konflik ini mengharuskan penyelesaian konflik dengan cara yang baik dan tanpa ada kekerasan agar tidak menimbulkan konflik baru. Termasuk kaitannya pada kasus di Thailand Selatan antara Pemerintah Thailand dengan kelompok Etnis Melayu-Muslim, beberapa teknologi resolusi konflik Rasulullah SAW ternyata bisa dijadikan alternatif dalam upaya penyelesaian konflik itu. Dalam penelitian ini menggunakan teori Johan Galtung tentang penyebab konflik yaitu “structure-conflict”/konflik struktur dan “actor-conflict”/konflik aktor. Metode yang digunakan untuk menulis penelitian ini yaitu metode penulisan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hal utama yang disampaikan dalam penelitian ini berupa adanya relevansi resolusi konflik Thailand Selatan dengan teknologi resolususi konflik yang pernah dilakukan oleh Rasululullah SAW ketika proses perjanjian Hudaibiyah. Relevansi resolusi konflik Thailand selatan dengan resolusi konflik di zaman Rasulullah menghasilkan perjanjian yang damai dan sejahtera yang melibatkan dua pihak yang berkonflik dengan membuat undang-undang yang melibatkan pemerintah dan pihak oposisi.
Copyrights © 2020