Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relevansi Teknologi Resolusi Konflik Rasulullah SAW Terhadap Konflik di Thailand Selatan Rahmawati, Baiq Ulva
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.463 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana relevansi teknologi resolusi konflik Rasulullah SAW terhadap konflik yang tidak kunjung usai di Thailand Selatan. Dalam menganalisa persoalan di atas, pendekatan critical reading dianggap cocok karena bisa memberikan ruang elaborasi yang luasterhadap aspek kajian. Penelitian ini menemukan bahwa teknologi resolusi konflik yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW ternyata bisa diterapkan di zaman kontemporer untuk menyelesaikan suatu konflik. Teknologi resolusi konflik ini mengharuskan penyelesaian konflik dengan cara yang baik dan tanpa ada kekerasan agar tidak menimbulkan konflik baru. Termasuk kaitannya pada kasus di Thailand Selatan antara Pemerintah Thailand dengan kelompok Etnis Melayu-Muslim, beberapa teknologi resolusi konflik Rasulullah SAW ternyata bisa dijadikan alternatif dalam upaya penyelesaian konflik itu. Dalam penelitian ini menggunakan teori Johan Galtung tentang penyebab konflik yaitu “structure-conflict”/konflik struktur dan “actor-conflict”/konflik aktor. Metode yang digunakan untuk menulis penelitian ini yaitu metode penulisan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hal utama yang disampaikan dalam penelitian ini berupa adanya relevansi resolusi konflik Thailand Selatan dengan teknologi resolususi konflik yang pernah dilakukan oleh Rasululullah SAW ketika proses perjanjian Hudaibiyah. Relevansi resolusi konflik Thailand selatan dengan resolusi konflik di zaman Rasulullah menghasilkan perjanjian yang damai dan sejahtera yang melibatkan dua pihak yang berkonflik dengan membuat undang-undang yang melibatkan pemerintah dan pihak oposisi.
Dynamics of Brexit Negotiations from the European Union 2016-2020 Period Ma'arif, Hilman Mahmud Akmal; Rahmawati, Baiq Ulva; Sahide, Ahmad
Intermestic: Journal of International Studies Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v8n1.6

Abstract

This article discusses the dynamics of negotiating Britain's exit from the EU or Brexit. Negotiations between the UK and the EU took a long time, from the leadership of PM Theresa May to PM Boris Johnson. During Theresa May's time, Brexit efforts failed to materialize and succeeded under Boris Johnson who dared to maneuver by ignoring the parliament. This study uses a qualitative method using negotiation theory and the concept of national interest. Sources of data obtained through e-books, news, journals from Scopus and Google Scholar. The findings of this study are traceable causes, actors and parties involved during the negotiation process occurs. In addition, one of the reasons the UK wants to leave the EU is the reluctance of the EU to control its domination over the UK in domestic activities, in terms of the economy and the policy of free movement of workers.
ASEAN ECONOMIC DYNAMICS: ECONOMIC SOCIETY, OPPORTUNITY, AND CHALLENGE IN DISRUPTION ERA IN INDONESIA 2015-2020 Ma'arif, Hilman Mahmud Akmal; Rahmawati, Baiq Ulva; Kamil, Muh
Jurnal Politica Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Politica Mei 2023
Publisher : Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22212/jp.v14i1.3397

Abstract

This study discusses Indonesia's interests in the AEC as a Regionalism Effort for Development of Domestic Capital by major ASEAN countries. In the formation of the AEC, Indonesia has a strategic position to carry out its regional political role for the domestic and regional. This is natural if this happens, because Indonesia has a vast territory and has abundant resources. The global economy keeps the wheels of the economy spinning and forces it to continue to experience changes in its transactional style. The ASEAN Economic Community (AEC) is a manifestation of the realization of a free market in the Southeast Asian region which was born from the association of cross-regional countries and development regionalism, or the regional complex formed by the domestic capital interests of several major ASEAN countries. This article is examined by using one of the concepts of internationalrelations, namely regionalism. With a qualitative research methodology approach that comes from scientific journals, scientific papers and news sources as a source of reference. The findings of this study indicate that the existence of the MEA is able to make it a medium for domestic economic development and fusion of multiculturalism within a single cluster of the Southeast Asian region.AbstrakPenelitian ini membahas tentang kepentingan Indonesia dalam MEA sebagai Upaya Regionalisme Pengembangan Modal Dalam Negeri oleh negara-negara besar ASEAN. Dalam pembentukan MEA, Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk menjalankan peran politik regionalnya baik domestik maupun regional. Wajar jika hal ini terjadi,karena Indonesia memiliki wilayah yang luas dan memiliki sumber daya yang melimpah. Perekonomian global membuat roda perekonomian terus berputar dan memaksanya untuk terus mengalami perubahan gaya transaksionalnya. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)merupakan wujud terwujudnya pasar bebas di kawasan Asia Tenggara yang lahir dari perhimpunan negara-negara lintas kawasan dan pembangunan regionalisme, atau kompleks kawasan yang dibentuk oleh kepentingan modal domestik beberapa negara besar. negaranegara ASEAN. Artikel ini ditelaah dengan menggunakan salah satu konsep hubungan internasional yaitu regionalisme. Dengan pendekatan metodologi penelitian kualitatif yang bersumber dari jurnal ilmiah, karya ilmiah dan sumber berita sebagai sumber referensi.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan MEA mampu menjadikannya sebagai media pembangunan ekonomi domestik dan perpaduan multikulturalisme dalam satu klaster tunggal kawasan Asia Tenggara.